Tentara Israel tembak mati seorang pemuda Palestina
Jum'at, 01 November 2013 - 04:15 WIB
Tentara Israel tembak mati seorang pemuda Palestina
A
A
A
Sindonews.com – Seorang pria muda Palestina ditembak mati pada Kamis (31/10/2013) pagi, dalam bentrokan dengan pasukan militer Israel di utara kota Jenin, Tepi Barat. Demikian dilaporkan petugas medis dan saksi mata.
Petugas medis di kota itu mengatakan, Ahmed Taza'ra (20), tewas setelah seorang tentara Israel menembaknya di bagian dada. Saksi dan sumber-sumber lokal mengatakan, pasukan Israel menyerbu kota Qabatya yang dekat dengan Jenin.
Laporan itu juga menyatakan, bahwa tentara Israel melepaskan tembakan ke arah warga yang melemparkan batu ke arah mereka dan menahan empat warga, termasuk seorang pria Palestina berusia 60 tahun.
Tindakan militer Israel ini mengundang kecaman keras dari Pemerintah Palestina. Sebuah pernyataan dari kantor Presiden Mahmoud Abbas menyatakan, tindakan itu sebagai pembunuhan "berdarah dingin”.
"Pembunuhan ini bertepatan dengan peningkatan upaya perluasan pemukiman yang ilegal menurut hukum internasional," kata pernyataan itu, mengacu pada rencana pembangunan pemukiman Israel di Yerusalem Timur dan sebagian Tepi Barat.
“Serangan Israel dan pembangunan pemukiman menghancurkan proses perdamaian," lanjut pernyataan itu, seperti dikutip dari Xinhua.
Sementara militer Israel mengatakan, pasukannya menangkap empat warga Palestina dalam serangan di Qabatiya. Pemuda Palestina di wilayah itu melemparkan batu ke arah pasukan Israel, yang mendorong para prajurit untuk menggunakan senjata anti huru-hara untuk merespon.
Menurut Radio Israel, tentara Israel mengaku telah membuka penyelidikan atas penembakan Tazar'a, yang menjadi pemuda Palestina ketiga yang tewas dalam serangan di Tepi Barat pada bulan ini.
Petugas medis di kota itu mengatakan, Ahmed Taza'ra (20), tewas setelah seorang tentara Israel menembaknya di bagian dada. Saksi dan sumber-sumber lokal mengatakan, pasukan Israel menyerbu kota Qabatya yang dekat dengan Jenin.
Laporan itu juga menyatakan, bahwa tentara Israel melepaskan tembakan ke arah warga yang melemparkan batu ke arah mereka dan menahan empat warga, termasuk seorang pria Palestina berusia 60 tahun.
Tindakan militer Israel ini mengundang kecaman keras dari Pemerintah Palestina. Sebuah pernyataan dari kantor Presiden Mahmoud Abbas menyatakan, tindakan itu sebagai pembunuhan "berdarah dingin”.
"Pembunuhan ini bertepatan dengan peningkatan upaya perluasan pemukiman yang ilegal menurut hukum internasional," kata pernyataan itu, mengacu pada rencana pembangunan pemukiman Israel di Yerusalem Timur dan sebagian Tepi Barat.
“Serangan Israel dan pembangunan pemukiman menghancurkan proses perdamaian," lanjut pernyataan itu, seperti dikutip dari Xinhua.
Sementara militer Israel mengatakan, pasukannya menangkap empat warga Palestina dalam serangan di Qabatiya. Pemuda Palestina di wilayah itu melemparkan batu ke arah pasukan Israel, yang mendorong para prajurit untuk menggunakan senjata anti huru-hara untuk merespon.
Menurut Radio Israel, tentara Israel mengaku telah membuka penyelidikan atas penembakan Tazar'a, yang menjadi pemuda Palestina ketiga yang tewas dalam serangan di Tepi Barat pada bulan ini.
(esn)