Israel akan bangun 1.500 rumah di Yerusalem timur
Rabu, 30 Oktober 2013 - 22:53 WIB
Israel akan bangun 1.500 rumah di Yerusalem timur
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Menteri Dalam Negeri, Gideon Saar telah sepakat untuk membangun 1.500 rumah baru di Yerusalem timur. Demikian dilaporkan radio militer Israel, Rabu (30/10/2013).
Radio itu juga melaporkan, bahwa Netanyahu dan Saar telah setuju untuk mendorong percepatan dua proyek lainnya timur Yerusalem, yakni sebuah pusat arkeologi dan wisata di luar tembok Kota Tua dan taman nasional di lereng Gunung Scopus.
Laporan ini muncul tak lama setelah Israel membebaskan 26 tahanan Palestina. Pekan lalu, seorang pejabat Israel mengatakan, tender baru akan diumumkan di blok permukiman besar dan di Yerusalem timur.
Menurut pejabat itu, pembangunan akan dilakukan "dalam beberapa bulan mendatang" sebagai bagian dari "pemahaman" yang dicapai dengan pihak Palestina dan Amerika Serikat (AS). Pihak Palestina sendiri sebelumnya mengaku, pembangunan pemukiman yahudi adalah rintangan besar bagi perdamaian Palestina-Israel.
Pada Agustus lalu, Israel telah mengumumkan rencana untuk membangun lebih dari 2.000 rumah baru, seiring dengan pembebasan gelombang pertama tahanan Palestina. Hal ini telah memicu kemarahan di pihak Palestina.
Jauh sebelumnya, pada Maret 2010, Israel memicu kemarahan pemerintah AS dengan mengumumkan akan membangun 1.600 rumah baru di Ramat Shlomo. Pengumuman ini dilakukan selama kunjungan Wakil Presiden AS, Joe Biden.
Radio itu juga melaporkan, bahwa Netanyahu dan Saar telah setuju untuk mendorong percepatan dua proyek lainnya timur Yerusalem, yakni sebuah pusat arkeologi dan wisata di luar tembok Kota Tua dan taman nasional di lereng Gunung Scopus.
Laporan ini muncul tak lama setelah Israel membebaskan 26 tahanan Palestina. Pekan lalu, seorang pejabat Israel mengatakan, tender baru akan diumumkan di blok permukiman besar dan di Yerusalem timur.
Menurut pejabat itu, pembangunan akan dilakukan "dalam beberapa bulan mendatang" sebagai bagian dari "pemahaman" yang dicapai dengan pihak Palestina dan Amerika Serikat (AS). Pihak Palestina sendiri sebelumnya mengaku, pembangunan pemukiman yahudi adalah rintangan besar bagi perdamaian Palestina-Israel.
Pada Agustus lalu, Israel telah mengumumkan rencana untuk membangun lebih dari 2.000 rumah baru, seiring dengan pembebasan gelombang pertama tahanan Palestina. Hal ini telah memicu kemarahan di pihak Palestina.
Jauh sebelumnya, pada Maret 2010, Israel memicu kemarahan pemerintah AS dengan mengumumkan akan membangun 1.600 rumah baru di Ramat Shlomo. Pengumuman ini dilakukan selama kunjungan Wakil Presiden AS, Joe Biden.
(esn)