2 tersangka teror mobil maut di Tianamen diburu
Selasa, 29 Oktober 2013 - 11:28 WIB
2 tersangka teror mobil maut di Tianamen diburu
A
A
A
Sindonews.com – Korban tewas dari amukan mobil maut gerbang Tianamen, Beijing, China kemarin, bertambah dari tiga orang menjadi lima orang. Polisi kini memburu dua tersangka yang terlibat dalam serangan mobil sport terhadap kerumunan massa di Tianamen itu.
Mobil itu tiba-tiba ditabrakkan ke arah kerumumunan massa, yang sebagian besar rombongan turis. Insiden itu memicu kebakaran dan ledakan hebat, yang membuat polisi mengevakuasi semua pengunjung situs bersejarah di Tianamen. Tiga orang yang berada di dalam mobil tersebut tewas.
Polisi di ibukota sejak 1 Oktober 2013 telah meminta hotel-hotel lokal memeriksa ketat setiap tamu yang menginap. Polisi telah menetapkan dua tersangka, asal Xinjiang.
Reuters pada Selasa (29/10/2013), melaporkan, bahwa, para tersangka diduga dari etnis Muslim Uighur. Selama ini warga Uighur kesal dengan kebijakan Pemerintah China yang terlalu ketat mengontrol urusan agama dan budaya mereka.
”Untuk mencegah orang-orang yang dicurigai dan kendaraan dari aksi kejahatan lanjutan, setiap orang yang mengetahui tentang jejak tersangka dan kendaraan yang mencurigakan, laporkan kepada aparat penegak hukum,”bunyi pernyataan polisi China yang disebarkan via microblog China.
Polisi telah mengantongi identitas para tersangka, termasuk empat pelat nomor mobil yang mereka gunakan. Mobil-mobil itu berasal dari Xinjiang. Polisi Beijing yang dihubungi melalui telepon, menolak berkomentar. Begitu juga dengan Pemerintah Xinjiang yang menolak memberikan konfirmasi.
Mobil itu tiba-tiba ditabrakkan ke arah kerumumunan massa, yang sebagian besar rombongan turis. Insiden itu memicu kebakaran dan ledakan hebat, yang membuat polisi mengevakuasi semua pengunjung situs bersejarah di Tianamen. Tiga orang yang berada di dalam mobil tersebut tewas.
Polisi di ibukota sejak 1 Oktober 2013 telah meminta hotel-hotel lokal memeriksa ketat setiap tamu yang menginap. Polisi telah menetapkan dua tersangka, asal Xinjiang.
Reuters pada Selasa (29/10/2013), melaporkan, bahwa, para tersangka diduga dari etnis Muslim Uighur. Selama ini warga Uighur kesal dengan kebijakan Pemerintah China yang terlalu ketat mengontrol urusan agama dan budaya mereka.
”Untuk mencegah orang-orang yang dicurigai dan kendaraan dari aksi kejahatan lanjutan, setiap orang yang mengetahui tentang jejak tersangka dan kendaraan yang mencurigakan, laporkan kepada aparat penegak hukum,”bunyi pernyataan polisi China yang disebarkan via microblog China.
Polisi telah mengantongi identitas para tersangka, termasuk empat pelat nomor mobil yang mereka gunakan. Mobil-mobil itu berasal dari Xinjiang. Polisi Beijing yang dihubungi melalui telepon, menolak berkomentar. Begitu juga dengan Pemerintah Xinjiang yang menolak memberikan konfirmasi.
(mas)