Presiden Iran: Usir teroris, solusi untuk krisis Suriah
Senin, 28 Oktober 2013 - 12:36 WIB
Presiden Iran: Usir teroris, solusi untuk krisis Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Iran, Hassan Rouhani, berpendapat, bahwa solusi untuk mengakhiri krisis di Suriah adaah mengusir kelompok teroris dari negara itu, dan menghancurkan senjaa kimia. Istilah teroris, biasa digunakan Presiden Bashar al-Assad untuk menyebut kelompok pemberontak bersenjata garis keras.
”Iran percaya, mengusir kelompok teroris dari Suriah dan menghancurkan total senjata kimia akan menjadi langkah pertama yang penting untuk mencapai perdamaian yang stabil di Suriah,” kata Rouhani, kemarin, yang komentarnya dilansir kantor berita IRNA.
Pernyataan itu datang, setelah duta PBB untuk Liga Arab, Lakhdar Brahimi berkunjung ke Iran, dan bersiap untuk melakukan perjalanan ke Damaskus pada Senin, hari ini. Kunjungan Brahimi ke Damaskus, untuk menggalang dukungan terwujudnya Konferensi Jenewa II untuk Suriah.
Sebelumnya, 19 kelompok oposisi Suriah menolak berunding dengan rezim Pemerintah Bashar al-Assad pada Konferensi Jenewa II. Mereka mengatakan, bernegosiasi dengan Pemerintah Assad adalah tindakan pengkhianatan.
Kubu oposisi juga tidak suka, Iran dilibatkan dalam negosiasi untuk mengakhiri konflik Suriah. Seperti diketahui, Iran selama ini menjadi sekutu kuat Pemerintah Assad.
”Kami mengumumkan, bahwa konferensi Jenewa II tidak ada, dan tidak akan pernah menjadi pilihan rakyat kita atau permintaan revolusi kita,” bunyi pernyataan 19 oposisi Suriah yang dibacakan Kepala Brigade al-Sham, Ahmad Eissa al-Sheikh, dalam video yang diposting online, kemarin, seperti dikutip al-Jazeera.
”Iran percaya, mengusir kelompok teroris dari Suriah dan menghancurkan total senjata kimia akan menjadi langkah pertama yang penting untuk mencapai perdamaian yang stabil di Suriah,” kata Rouhani, kemarin, yang komentarnya dilansir kantor berita IRNA.
Pernyataan itu datang, setelah duta PBB untuk Liga Arab, Lakhdar Brahimi berkunjung ke Iran, dan bersiap untuk melakukan perjalanan ke Damaskus pada Senin, hari ini. Kunjungan Brahimi ke Damaskus, untuk menggalang dukungan terwujudnya Konferensi Jenewa II untuk Suriah.
Sebelumnya, 19 kelompok oposisi Suriah menolak berunding dengan rezim Pemerintah Bashar al-Assad pada Konferensi Jenewa II. Mereka mengatakan, bernegosiasi dengan Pemerintah Assad adalah tindakan pengkhianatan.
Kubu oposisi juga tidak suka, Iran dilibatkan dalam negosiasi untuk mengakhiri konflik Suriah. Seperti diketahui, Iran selama ini menjadi sekutu kuat Pemerintah Assad.
”Kami mengumumkan, bahwa konferensi Jenewa II tidak ada, dan tidak akan pernah menjadi pilihan rakyat kita atau permintaan revolusi kita,” bunyi pernyataan 19 oposisi Suriah yang dibacakan Kepala Brigade al-Sham, Ahmad Eissa al-Sheikh, dalam video yang diposting online, kemarin, seperti dikutip al-Jazeera.
(mas)