Terkait program mata-mata, Spanyol panggil Dubes AS
Sabtu, 26 Oktober 2013 - 03:09 WIB
Terkait program mata-mata, Spanyol panggil Dubes AS
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, mengatakan pada Jumat (25/10/2013), bahwa ia akan memanggil Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk menjelaskan laporan bahwa AS telah memata-matai negara sekutu dekat Washington.
"Kami tidak memiliki bukti, bahwa Spanyol telah dimata-matai. Tapi, kita memanggil Dubes AS untuk mendapatkan informasi," kata Rajoy, setelah KTT Uni Eropa, seperti dikutip dari AFP. KTT Uni Eropa sendiri didominasi oleh skandal kegiatan mata-mata AS terhadap sejumlah negara sekutu mereka di Eropa.
Laporan media Spanyol mengatakan, Badan Keamanan Nasional AS (NSA), telah memata-matai beberapa anggota pemerintah dan politisi Spanyol, termasuk mantan Perdana Menteri Sosialis, Rodriguez Zapatero.
Langkah Spanyol ini mengikuti Jerman, yang telah memanggil Dubes AS untuk Jerman, John B. Emerson, Kamis (24/10/2013), terkait dengan kecurigaan Jerman, bahwa Washington menyadap ponsel pribadi Kanselir Jerman, Angela Merkel.
Sebelumnya, 28 pemimpin Uni Eropa menyetujui pernyataan yang mengatakan, bahwa mereka menghargai hubungan dengan AS, tetapi hubungan itu harus didasarkan pada kepercayaan dan keyakinan, terutama di bidang intelijen .
Perancis dan Jerman memimpin upaya untuk mencapai pemahaman baru dengan Washington pada akhir tahun ini. Rajoy mengatakan, untuk saat ini negaranya tidak akan bergabung dengan Jerman dan Perancis dalam upaya ini. Ia juga menegaskan, bahwa isu-isu intelijen adalah tanggung jawab pemerintah nasional, bukan Uni Eropa.
"Kami tidak memiliki bukti, bahwa Spanyol telah dimata-matai. Tapi, kita memanggil Dubes AS untuk mendapatkan informasi," kata Rajoy, setelah KTT Uni Eropa, seperti dikutip dari AFP. KTT Uni Eropa sendiri didominasi oleh skandal kegiatan mata-mata AS terhadap sejumlah negara sekutu mereka di Eropa.
Laporan media Spanyol mengatakan, Badan Keamanan Nasional AS (NSA), telah memata-matai beberapa anggota pemerintah dan politisi Spanyol, termasuk mantan Perdana Menteri Sosialis, Rodriguez Zapatero.
Langkah Spanyol ini mengikuti Jerman, yang telah memanggil Dubes AS untuk Jerman, John B. Emerson, Kamis (24/10/2013), terkait dengan kecurigaan Jerman, bahwa Washington menyadap ponsel pribadi Kanselir Jerman, Angela Merkel.
Sebelumnya, 28 pemimpin Uni Eropa menyetujui pernyataan yang mengatakan, bahwa mereka menghargai hubungan dengan AS, tetapi hubungan itu harus didasarkan pada kepercayaan dan keyakinan, terutama di bidang intelijen .
Perancis dan Jerman memimpin upaya untuk mencapai pemahaman baru dengan Washington pada akhir tahun ini. Rajoy mengatakan, untuk saat ini negaranya tidak akan bergabung dengan Jerman dan Perancis dalam upaya ini. Ia juga menegaskan, bahwa isu-isu intelijen adalah tanggung jawab pemerintah nasional, bukan Uni Eropa.
(esn)