Ini cara RI & Australia atasi penyelundupan manusia

Selasa, 22 Oktober 2013 - 13:56 WIB
Ini cara RI & Australia...
Ini cara RI & Australia atasi penyelundupan manusia
A A A
Sindonews.com – Pemerintah Indonesia dan Australia merespons gagasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam mengatasi masalah penyelundupan manusia. Gagasan yang dimaksud adalah menjalankan forum Bali Process Plus, kemarin.

Bali Process Plus yang dimaksud Presiden SBY, adalah cara untuk lebih mengintensifkan kerjasama negara-negara di kawasan. Menurut Duta Besar RI untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema, Bali Process Plus ini nantinya akan melibatkan seluruh stakeholders dan negara-negara terkait dalam menangani kejahatan penyelundupan manusia.

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, David Engel, membenarkan gagasan itu. ”Pemerintah Australia yang baru merasa bahwa kebijakan ini perlu untuk terus diperkuat, kita harus memberantas dari sumbernya,” ujar Engel, seperti dikutip situs Kemlu RI, Selasa (22/10/2013).

Beberapa upaya yang diamanatkan Presiden RI juga turut disampaikan pada forum itu. ”Membangun kapasitas masyarakat di pesisir pantai adalah salah satu kebijakan yang akan kita lakukan”, ujar Dubes Nadjib. Kesenjangan ekonomi dan keterbatasan lahan pekerjaan adalah salah satu peluang para penyelundup manusia leluasa melakukan aksinya di daerah pesisir Indonesia.

Nadjib mencontohkan, masyarakat Makassar dan Bugis, menjadi sasaran utama para penyelundup manusia. Pasalnya, masyarakat di kawasan tersebut mudah untuk diiming-imingi. ”Banyak masyarakat kita tertipu akan tawaran para penyelundup ini,” kata Nadjib.

Indonesia juga akan terus mengedepankan pendekatan early detection dengan cara memberikan penyuluhan kepada kelurga dan kerabat agar korban penyelundup manusia tidak mudah tergiur tawaran kerja yang menyesatkan di negara lain.

Sebagai catatan, dari tahun 2008 hingga Oktober 2013, Perwakilan RI di Australia telah berhasil memulangkan 1.500 WNI yang diduga terlibat penyelundupan manusia. ”Sedihnya dari sekian banyak korban, mayoritas dari pada mereka adalah anak-anak, hal ini yang menjadi perhatian kita bersama,” imbuh Nadjib.
(mas)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
9 jam yang lalu
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
10 jam yang lalu
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
11 jam yang lalu
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
12 jam yang lalu
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
13 jam yang lalu
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
14 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved