Jelang konferensi, 11 negara & pemberontak Suriah 'bermanuver'
Selasa, 22 Oktober 2013 - 13:28 WIB
Jelang konferensi, 11 negara & pemberontak Suriah 'bermanuver'
A
A
A
Sindonews.com – Para menteri luar negeri dari 11 negara melakukan pembicaraan khusus dengan kelompok oposisi atau pemberontak Suriah di London, Inggris. “Manuver” yang dilakukan 11 negara bersama pemberontak Suriah itu dilakukan menjelang Konferensi Jenewa II untuk Suriah yang disebut-sebut digelar November mendatang.
Ke-11 negara yang terlibat pembicaraan khusus dengan pemberontak Suriah itu anatara lain, Inggris, Mesir, Perancis, Jerman, Yordania, Italia, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat. Pertemuan itu untuk membujuk agar pemberontak bersedia hadir dalam Konferensi Jenewa II.
Sebelumnya, oposisi utama Suriah mengancam akan memboikot konferensi, jika hasil konferensi tidak membuat Presiden Suriah, Bashar al-Assad lengser.
Berbicara menjelang pertemuan di London, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry menekankan bahwa oposisi Suriah tidak akan pernah setuju jika Presiden Assad melanggengkan kekuasaan.
”Jika dia (Assad) berpikir dia akan memecahkan masalah dengan menjalankan untuk pemilihan presiden kembali, bisa saya katakan kepadanya, bahwa perang sipil Suriah tidak akan berakhir selama dia ada di sana,” ujar Kerry, seperti dikutip BBC, Selasa (22/10/2013).
Sementara itu, Assad mempertimbangkan untuk maju kembali dalam Pemilihan Presiden Suriah 2014, jika rakyatnya menghendaki. ”Secara pribadi, saya tidak melihat hambatan untuk dicalonkan maju dalam pemilu presiden mendatang,” ujarnya dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Libanon, al-Mayadeen, kemarin.
Assad sendiri menegaskan, tidak ada tanggal yang pasti kapan Konferensi Jenewa II untuk Suriah digelar. ”Secara resmi, tidak ada tanggal sampai saat ini,” kata Assad. ”Tidak ada faktor yang bisa membantu, yang membuat (konferensi) sukses sejauh ini,” katanya lagi.
Ke-11 negara yang terlibat pembicaraan khusus dengan pemberontak Suriah itu anatara lain, Inggris, Mesir, Perancis, Jerman, Yordania, Italia, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat. Pertemuan itu untuk membujuk agar pemberontak bersedia hadir dalam Konferensi Jenewa II.
Sebelumnya, oposisi utama Suriah mengancam akan memboikot konferensi, jika hasil konferensi tidak membuat Presiden Suriah, Bashar al-Assad lengser.
Berbicara menjelang pertemuan di London, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry menekankan bahwa oposisi Suriah tidak akan pernah setuju jika Presiden Assad melanggengkan kekuasaan.
”Jika dia (Assad) berpikir dia akan memecahkan masalah dengan menjalankan untuk pemilihan presiden kembali, bisa saya katakan kepadanya, bahwa perang sipil Suriah tidak akan berakhir selama dia ada di sana,” ujar Kerry, seperti dikutip BBC, Selasa (22/10/2013).
Sementara itu, Assad mempertimbangkan untuk maju kembali dalam Pemilihan Presiden Suriah 2014, jika rakyatnya menghendaki. ”Secara pribadi, saya tidak melihat hambatan untuk dicalonkan maju dalam pemilu presiden mendatang,” ujarnya dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Libanon, al-Mayadeen, kemarin.
Assad sendiri menegaskan, tidak ada tanggal yang pasti kapan Konferensi Jenewa II untuk Suriah digelar. ”Secara resmi, tidak ada tanggal sampai saat ini,” kata Assad. ”Tidak ada faktor yang bisa membantu, yang membuat (konferensi) sukses sejauh ini,” katanya lagi.
(mas)