Bom bunuh diri di Irak Barat, 10 tewas
Minggu, 20 Oktober 2013 - 22:15 WIB
Bom bunuh diri di Irak Barat, 10 tewas
A
A
A
Sindonews.com – Sedikitnya 10 orang tewas dan 23 terluka dalam serangan bom bunuh diri di kompleks pemerintah daerah di Provinsi Anbar, sebelah barat Irak, Minggu (20/10/2013). Demikian dinyatakan oleh seorang sumber di kepolisian Provinsi Anbar pada kantor berita Xinhua.
“Serangan yang terjadi pada siang hari ini dilakukan oleh dua pembom bunuh diri. Keduanya menyerang Kantor Dewan Kota dan Pos polisi di Rawa, sekitar 100 km sebelah barat Baghdad,” kata sumber itu.
Salah satu pembom bunuh diri meledakkan dirinya saat berlangsungnya pertemuan Dewan Kota. “Aksi ini menewaskan sedikitnya lima pejabat dan melukai 10 lainnya,” lanjut sumber itu. Sementara pelaku bom bunuh diri lainnya menerobos masuk ke kantor polisi dan menewaskan sedikitnya lima polisi, serta melukai 13 lainnya.
Serangan bom bunuh diri itu, menambah jumlah korban akibat konflik sektarian di Irak. Sejak awal tahun hingga sekarang, sudah ribuan orang tewas akibat kekerasan di negara yang pernah dipimpin rezim Saddam Hussein tersebut.
Irak menyaksikan letusan kekerasan terburuk dalam beberapa tahun terakhir, yang menimbulkan kekhawatiran bahwa negara itu meluncur kembali ke konflik sipil, yang mencapai puncaknya pada 2006 dan 2007, ketika jumlah korban tewas bulanan terkadang melebihi 3.000 jiwa.
“Serangan yang terjadi pada siang hari ini dilakukan oleh dua pembom bunuh diri. Keduanya menyerang Kantor Dewan Kota dan Pos polisi di Rawa, sekitar 100 km sebelah barat Baghdad,” kata sumber itu.
Salah satu pembom bunuh diri meledakkan dirinya saat berlangsungnya pertemuan Dewan Kota. “Aksi ini menewaskan sedikitnya lima pejabat dan melukai 10 lainnya,” lanjut sumber itu. Sementara pelaku bom bunuh diri lainnya menerobos masuk ke kantor polisi dan menewaskan sedikitnya lima polisi, serta melukai 13 lainnya.
Serangan bom bunuh diri itu, menambah jumlah korban akibat konflik sektarian di Irak. Sejak awal tahun hingga sekarang, sudah ribuan orang tewas akibat kekerasan di negara yang pernah dipimpin rezim Saddam Hussein tersebut.
Irak menyaksikan letusan kekerasan terburuk dalam beberapa tahun terakhir, yang menimbulkan kekhawatiran bahwa negara itu meluncur kembali ke konflik sipil, yang mencapai puncaknya pada 2006 dan 2007, ketika jumlah korban tewas bulanan terkadang melebihi 3.000 jiwa.
(esn)