Dituduh pro-teroris, FBI bekuk pria New York
Sabtu, 19 Oktober 2013 - 13:29 WIB
Dituduh pro-teroris, FBI bekuk pria New York
A
A
A
Sindonews.com - Marcos Alonso Zea, 25, pria asal New York, Amerika Serikat, telah ditangkap FBI. Dia dituduh berkonspirasi dengan al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) untuk melakukan teror di negara lain.
Zea sehari-harinya bekerja di sebuah toko bahan bangunan di Long Island, New York. Kemarin, Zea dibawa ke pengadilan dan mengaku tidak bersalah. Dia ditahan tanpa jaminan.
”Meskipun lahir dan dibesarkan di Amerika Serikat , Zea diduga mengkhianati negaranya dan berusaha untuk melakukan perjalanan ke Yaman, guna bergabung dengan organisasi teroris dan melakukan pembunuhan,” kata seorang Jaksa di Loretta E. Lynch, New York, seperti dilansir kantor berita AP, Sabtu (19/10/2013).
Jaksa Federal menuduh Zea berencana ke luar negeri untuk melakukan jihad kekerasan terhadap pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh Islam, termasuk pemerintahan sekuler Yaman.
Menurut jaksa, Zea pernah berencana terbang ke London untuk perjalanan ke Yaman pada bulan Januari 2013. Di sana, dia berniat bergabung dengan kelompok Ansar al-Sharia, yang oleh Pemerintah AS dinyatakan organisasi yang berafiliasi dengan AQAP. Namun, rencananya itu digagalkan petugas bea cukai Inggris, dan dia kembali ke AS.
Setelah pulang ke AS, Zea terus memberikan dukungan untuk AQAP, dengan cara menyumbang dana. Menurut kepala kantor FBI New York, George Venizelos, Zea telah terinspirasi oleh propaganda teroris. Bukti itu ditemukan dari komputer Zea yang berisi publikasi dan promosi jihad kekerasan dari al-Qaeda. ”Publikasi itu berisi artikel yang berjudul ‘Mana yang lebih baik? Kemartiran atau Kemenangan. Mengapa saya memilih al-Qaeda? dan Apa yang diharapkan di Jihad?’,” kata Venizelos.
Para penyelidik mengatakan, mereka juga menemukan video yang dibuat al-Qaida, yang menggambarkan ledakan pada kendaraan yang membawa para personel militer Barat. Zea sempat menghapus semua bukti-bukti di komputernya. Namun, aparat keamanan berhasil mengembalikan bukti-bukti itu. Dia akan divonis Desember 2013 mendatang.
Zea sehari-harinya bekerja di sebuah toko bahan bangunan di Long Island, New York. Kemarin, Zea dibawa ke pengadilan dan mengaku tidak bersalah. Dia ditahan tanpa jaminan.
”Meskipun lahir dan dibesarkan di Amerika Serikat , Zea diduga mengkhianati negaranya dan berusaha untuk melakukan perjalanan ke Yaman, guna bergabung dengan organisasi teroris dan melakukan pembunuhan,” kata seorang Jaksa di Loretta E. Lynch, New York, seperti dilansir kantor berita AP, Sabtu (19/10/2013).
Jaksa Federal menuduh Zea berencana ke luar negeri untuk melakukan jihad kekerasan terhadap pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh Islam, termasuk pemerintahan sekuler Yaman.
Menurut jaksa, Zea pernah berencana terbang ke London untuk perjalanan ke Yaman pada bulan Januari 2013. Di sana, dia berniat bergabung dengan kelompok Ansar al-Sharia, yang oleh Pemerintah AS dinyatakan organisasi yang berafiliasi dengan AQAP. Namun, rencananya itu digagalkan petugas bea cukai Inggris, dan dia kembali ke AS.
Setelah pulang ke AS, Zea terus memberikan dukungan untuk AQAP, dengan cara menyumbang dana. Menurut kepala kantor FBI New York, George Venizelos, Zea telah terinspirasi oleh propaganda teroris. Bukti itu ditemukan dari komputer Zea yang berisi publikasi dan promosi jihad kekerasan dari al-Qaeda. ”Publikasi itu berisi artikel yang berjudul ‘Mana yang lebih baik? Kemartiran atau Kemenangan. Mengapa saya memilih al-Qaeda? dan Apa yang diharapkan di Jihad?’,” kata Venizelos.
Para penyelidik mengatakan, mereka juga menemukan video yang dibuat al-Qaida, yang menggambarkan ledakan pada kendaraan yang membawa para personel militer Barat. Zea sempat menghapus semua bukti-bukti di komputernya. Namun, aparat keamanan berhasil mengembalikan bukti-bukti itu. Dia akan divonis Desember 2013 mendatang.
(mas)