Personel Pussyriot tak mau bebas dari penjara Rusia
Jum'at, 18 Oktober 2013 - 15:03 WIB
Personel Pussyriot tak mau bebas dari penjara Rusia
A
A
A
Sindonews.com – Maria Alyokhina, anggota band punk Pussyriot, pada Jumat (18/10/2013), mencabut permohonan pembebasannya dari penjara di Rusia.
Tindakan itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas atas rekan satu band-nya, Nadezhda Tolokonnikova yang terbaring di rumah sakit setelah mogok makan sebagai bentuk protes terhadap Presiden Vladimir Putin.
Para personel band itu dijebloskan ke penjara, karena kritik sronok yang dialamatkan kepada Putin di katedral utama Moskow. ”Saya tidak punya moral jika mengambil bagian dalam persidangan ini, ketika teman saya dan sesama narapidana Nadezhda Tolokonnikova tidak memiliki kesempatan yang sama,” ujar Alyokhina pengadilan Kota Nizhny Novgorod, Rusia, seperti dikutip Reuters.
”Dia saat ini di rumah sakit, atau kembali dalam penjara yang sama yang telah kami dengar sebaga hal yang mengerikan,” lanjut dia. Tolokonnikova dirawat ke rumah sakit penjara itu bulan lalu, setelah melakukan mogok makan untuk memprotes apa yang dia disebut sebagai “tenaga kerja budak " di penjara Koloni Corrective nomor 14 di Mordovia, tenggara Moskow.
Tolokonnikova dan dua anggota band lainnya dihukum atas tuduhan melakukan hooliganisme atau tindakan yang dimotivasi oleh kebencian agama pada Februari 2012. Dalam aksinya, mereka menerobos masuk ke Katedral Yesus Kristus, dan berdoa kepada Bunda Maria untuk menyingkirkan Putin dari Rusia.
Alyokhina dan Tolokonnikova, akan bebas dari penjara pada Maret 2014 mendatang. Seorang satu anggota band itu, telah ditangguhkan hukumannya.
Tindakan itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas atas rekan satu band-nya, Nadezhda Tolokonnikova yang terbaring di rumah sakit setelah mogok makan sebagai bentuk protes terhadap Presiden Vladimir Putin.
Para personel band itu dijebloskan ke penjara, karena kritik sronok yang dialamatkan kepada Putin di katedral utama Moskow. ”Saya tidak punya moral jika mengambil bagian dalam persidangan ini, ketika teman saya dan sesama narapidana Nadezhda Tolokonnikova tidak memiliki kesempatan yang sama,” ujar Alyokhina pengadilan Kota Nizhny Novgorod, Rusia, seperti dikutip Reuters.
”Dia saat ini di rumah sakit, atau kembali dalam penjara yang sama yang telah kami dengar sebaga hal yang mengerikan,” lanjut dia. Tolokonnikova dirawat ke rumah sakit penjara itu bulan lalu, setelah melakukan mogok makan untuk memprotes apa yang dia disebut sebagai “tenaga kerja budak " di penjara Koloni Corrective nomor 14 di Mordovia, tenggara Moskow.
Tolokonnikova dan dua anggota band lainnya dihukum atas tuduhan melakukan hooliganisme atau tindakan yang dimotivasi oleh kebencian agama pada Februari 2012. Dalam aksinya, mereka menerobos masuk ke Katedral Yesus Kristus, dan berdoa kepada Bunda Maria untuk menyingkirkan Putin dari Rusia.
Alyokhina dan Tolokonnikova, akan bebas dari penjara pada Maret 2014 mendatang. Seorang satu anggota band itu, telah ditangguhkan hukumannya.
(mas)