Usai ledakan bom di Myanmar, 4 orang ditangkap
Kamis, 17 Oktober 2013 - 18:37 WIB
Usai ledakan bom di Myanmar, 4 orang ditangkap
A
A
A
Sindonews.com – Polisi Myanmar pada Kamis (17/10/2013) telah menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam rentetan seranga bom di negara itu. Dalam beberapa hari ini, sejumlah wilayah di Myanmar diguncang bom, dengan dua orang tewas dan beberapa lainnya terluka.
Polisi mengatakan, empat tersangka telah ditangkap atas pemboman di Yangon, Mandalay dan Kota Sagaing. Namun, kata polisi, dalang di balik teror bom itu masih buron. ”Mereka mengaku melakukan hal ini karena mereka dibayar,” kata seorang perwira polisi senior yang diwawancarai dengan syarat anonim, seperti dikutip Reuters.
Mereka ditangkap atas ledakan bom di sekitar pagoda dan restoran. ”Kami mampu mengidentifikasi mereka dari rekaman CCTV dari pagoda dan restoran,” kata perwira polisi itu.
Selain di Yangon dan Mandalay, ledakan bom terbaru terjadi di Namkham, sebuah kota di negara bagian Shan yang berbatasan dengan China. ”Saya tidak tahu apakah ada hubungannya antara ledakan terbaru dengan insiden di Yangon dan Mandalay,” kata pejabat polisi di Ibukota Naypyitaw.
Pemerintah setempat mengatakan, pemboman itu sebagai upaya untuk mengacaukan persepsi publik, bahwa seolah-olah Myanmar yang akan menjadi ketua ASEAN tahun depan tidak bisa menjamin keamanan.
Teror bom yang menjadi sorotan dunia, adalah yang terjadi di lantai 22 Hotel Traders, di Yangon, beberapa hari lalu, di mana seorang wanita asal Amerika Serikat terluka. Kedubes AS mengutuk serangan tersebut.
Polisi mengatakan, empat tersangka telah ditangkap atas pemboman di Yangon, Mandalay dan Kota Sagaing. Namun, kata polisi, dalang di balik teror bom itu masih buron. ”Mereka mengaku melakukan hal ini karena mereka dibayar,” kata seorang perwira polisi senior yang diwawancarai dengan syarat anonim, seperti dikutip Reuters.
Mereka ditangkap atas ledakan bom di sekitar pagoda dan restoran. ”Kami mampu mengidentifikasi mereka dari rekaman CCTV dari pagoda dan restoran,” kata perwira polisi itu.
Selain di Yangon dan Mandalay, ledakan bom terbaru terjadi di Namkham, sebuah kota di negara bagian Shan yang berbatasan dengan China. ”Saya tidak tahu apakah ada hubungannya antara ledakan terbaru dengan insiden di Yangon dan Mandalay,” kata pejabat polisi di Ibukota Naypyitaw.
Pemerintah setempat mengatakan, pemboman itu sebagai upaya untuk mengacaukan persepsi publik, bahwa seolah-olah Myanmar yang akan menjadi ketua ASEAN tahun depan tidak bisa menjamin keamanan.
Teror bom yang menjadi sorotan dunia, adalah yang terjadi di lantai 22 Hotel Traders, di Yangon, beberapa hari lalu, di mana seorang wanita asal Amerika Serikat terluka. Kedubes AS mengutuk serangan tersebut.
(mas)