Turki ungkap jaringan mata-mata Israel di Iran

Kamis, 17 Oktober 2013 - 17:28 WIB
Turki ungkap jaringan...
Turki ungkap jaringan mata-mata Israel di Iran
A A A
Sindonews.com – Jaringan mata-mata Israel yang bekerja di Iran dibeberkan Pemerintah Turki. Tindakan pemerintah Turki itu, menadai masih adanya sentimen kedua negara, setelah militer Israel membunuh sembilan aktivis Turki yang menerobos blokade Jalur Gaza 2010 silam.

Pembeberan jaringan mata-mata Israel di Iran oleh Pemerintah Turki itu, menjadi laporan Washington Post, yang dilansir Kamis (17/10/2013). Meski belum ada komentar resmi dari Pemerintah Israel, salah seorang menteri Israel menduh Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan sengaja mengadopsi sikap anti-Israel di akhir tahun untuk memperkuat citranya sebagai negara Muslim.

Menurut media AS itu, pada awal 2012 Erdogan mengungkapkan kepada Teheran terkait identitas 10 warga Iran yang telah melakukan perjalanan ke Turki untuk memenuhi tugasnya sebagai mata-mata Israel.

Kemudian pada April 2012, Iran mengumumkan bahwa mereka telah memutus jaringan mata-mata Israel, dengan menangkap 15 orang tersangka. Namun, mereka tidak mengkonfirmasi apakah penangkapan belasan mata-mata itu, berkat bocoran dari Pemerintah Turki atau bukan.

Wakil Menteri Luar Negeri Israel, Zeev Elkin, seperti dikutip Reuters, menolak mengomentari laporan Washington Post itu. Elkin menyebut hubungan Turki dan Israel sangat kompleks.

”Orang-orang Turki membuat keputusan strategis, untuk mencari (pengaruh) kepemimpinan di daerah kami, di Timur Tengah, dan mereka memilih (kebijakan) kartu anti-Israel yang nyaman untuk membangun kepemimpinan mereka,” ujarnya kepada Radio Israel.

Menteri Energi Israel, Silvan Shalom juga menolak berkomentar. Dia hanya menyebut, Erdogan berusahan untuk memenangkan pengaruhnya, setelah kerusuhan mengguncang dunia Arab tahun 2011. ”Legitimasi sebagai pemimpin tak perlu dari revolusi baru,” ujarnya.

Amerika Serikat mencoba untuk memfasilitasi rekonsiliasi antara Israel dan Turki pada bulan Maret 2013. AS telah membujuk Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk meminta maaf atas pembunuhan sembilan aktivis Turki tahun 2010 . Namun, para pejabat Israel mengatakan upaya berikutnya dengan memberikan kompensasi kepada keluarga aktivis yang menjadi korban, sudah lewat.

”Satu-satunya hal yang telah kami capai sejak Maret 2013 adalah untuk menunjukkan kepada Amerika, bahwa Erdogan tidak tertarik dengan rekonsiliasi,” ujar seorang diplomat Israel yang menolak disebut namanya dalam masalah ini.
(mas)
Berita Terkait
Timnas Indonesia Dibungkam...
Timnas Indonesia Dibungkam Inggris 0-3 di Piala Dunia Amputasi
Banyak Bangunan Ambruk...
Banyak Bangunan Ambruk Saat Gempa, Turki Tahan 180 Orang
Hikmah di Balik Bencana,...
Hikmah di Balik Bencana, Perbatasan Armenia-Turki Dibuka untuk Pertama Kalinya
Jaga Amanah 106 Tahun,...
Jaga Amanah 106 Tahun, Keluarga Palestina Serahkan Uang Tentara Turki Utsmani
Harapan di Tengah Reruntuhan...
Harapan di Tengah Reruntuhan Gempa Dahsyat Turki-Suriah
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan...
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan ke Turki
Berita Terkini
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
18 menit yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
4 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
5 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
6 jam yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
7 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
7 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved