Tim OPCW verifikasi 11 situs senjata kimia rezim Suriah
Kamis, 17 Oktober 2013 - 00:38 WIB
Tim OPCW verifikasi 11 situs senjata kimia rezim Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Tim gabungan dari Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) dan PBB telah melakukan kegiatan verifikasi di total 11 situs senjata kimia milik rezim Suriah. Demikian dinyatakan oleh OPCW, Rabu (16/10/2013).
"Kegiatan juga termasuk menghancurkan peralatan penting di enam lokasi, serta beberapa senjata pemusnah massal Kategori 3," tambah pernyataan itu, seperti dikutip dari Xinhua.
Menurut pernyataan itu, tujuan misi untuk saat ini adalah memverifikasi pengungkapan program senjata kimia yang telah dilaporkan oleh rezim Suriah, mengidentifikasi peralatan kunci, dan menyelidiki fasilitas produksi. “Dan yang terakhir adalah untuk memulai penghancuran senjata kimia Kategori 3,” lanjut pernyataan itu.
Sehari sebelumnya, OPCW mengatakan, bahwa tim gabungan dengan PBB di Suriah telah diperkuat dengan kelompok kedua inspektur OPCW dan staf dukungan PBB. Sehingga total kekuatan tim gabungan adalah 60 personel.
Menurut OPCW, tim pendahulu telah membuat "kemajuan yang baik" dalam memverifikasi informasi yang disampaikan oleh pemerintah Suriah soal program senjata kimia mereka. "Pada 10 hari pertama operasi di lapangan, tim verifikasi telah memeriksa tiga lokasi dan rencana sedang dilakukan untuk kunjungan berikutnya," tambah pernyataan itu.
Tim ini juga telah mengawasi penghancuran beberapa peralatan pembuat senjata kimia yang diakukan oleh pihak Pemerintah Suriah. Kelompok pertama para ahli kimia OPCW dan PBB ini telah memulai pekerjaan mereka pada 6 Oktober lalu.
Dewan Keamanan PBB mengatakan, OPCW akan membantu rezim Suriah menghancurkan senjata kimia pada pertengahan 2014. Misi akan lebih diperluas, ketika tim ahli tambahan tiba di Suriah pada 1 November mendatang.
"Kegiatan juga termasuk menghancurkan peralatan penting di enam lokasi, serta beberapa senjata pemusnah massal Kategori 3," tambah pernyataan itu, seperti dikutip dari Xinhua.
Menurut pernyataan itu, tujuan misi untuk saat ini adalah memverifikasi pengungkapan program senjata kimia yang telah dilaporkan oleh rezim Suriah, mengidentifikasi peralatan kunci, dan menyelidiki fasilitas produksi. “Dan yang terakhir adalah untuk memulai penghancuran senjata kimia Kategori 3,” lanjut pernyataan itu.
Sehari sebelumnya, OPCW mengatakan, bahwa tim gabungan dengan PBB di Suriah telah diperkuat dengan kelompok kedua inspektur OPCW dan staf dukungan PBB. Sehingga total kekuatan tim gabungan adalah 60 personel.
Menurut OPCW, tim pendahulu telah membuat "kemajuan yang baik" dalam memverifikasi informasi yang disampaikan oleh pemerintah Suriah soal program senjata kimia mereka. "Pada 10 hari pertama operasi di lapangan, tim verifikasi telah memeriksa tiga lokasi dan rencana sedang dilakukan untuk kunjungan berikutnya," tambah pernyataan itu.
Tim ini juga telah mengawasi penghancuran beberapa peralatan pembuat senjata kimia yang diakukan oleh pihak Pemerintah Suriah. Kelompok pertama para ahli kimia OPCW dan PBB ini telah memulai pekerjaan mereka pada 6 Oktober lalu.
Dewan Keamanan PBB mengatakan, OPCW akan membantu rezim Suriah menghancurkan senjata kimia pada pertengahan 2014. Misi akan lebih diperluas, ketika tim ahli tambahan tiba di Suriah pada 1 November mendatang.
(esn)