Buntut rangkaian bom di Myanmar, wisman diminta waspada
Kamis, 17 Oktober 2013 - 00:24 WIB
Buntut rangkaian bom di Myanmar, wisman diminta waspada
A
A
A
Sindonews.com – Sejumlah negara Barat telah memperingatkan warga negara mereka yang tengah berada di Myanmar, atau berniat untuk mengunjungi negara itu, untuk berhati-hati. Peringatan ini dikeluarkan setelah terjadinya serangkaian bom di Myanmar.
Inggris, Perancis , Amerika Serikat, dan Australia telah mendesak warga negara mereka untuk waspada. "Ada ancaman tinggi dari terorisme," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Inggris, menyusul ledakan di Hotel Traders pada awal pekan ini.
"Serangan bisa sembarangan, termasuk di tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh orang asing. Motivasi untuk serangan, pada saat ini tidak jelas," tambah pernyataan itu. Hingga kini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas serangkaian ledakan bom ini.
Polisi Myanmar sendiri tengah menyelidiki rangkaian bom ini. "Kita tidak bisa mengatakan siapa yang bertanggung jawab atas tindakan-tindakan ini," kata Letnan Jenderal Polisi Min Aung, Kepala Intelijen Kepolisian dan Departemen Keamanan Myanmar.
"Kami masih menyelidiki. Dalam semua kasus, sistem yang mereka gunakan adalah sama. Kami pikir sebuah organisasi atau seseorang melakukan semua ini," katanya kepada AFP melalui telepon dari Naypyidaw. Dia mengatakan, keamanan telah ditingkatkan di Yangon.
Inggris, Perancis , Amerika Serikat, dan Australia telah mendesak warga negara mereka untuk waspada. "Ada ancaman tinggi dari terorisme," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Inggris, menyusul ledakan di Hotel Traders pada awal pekan ini.
"Serangan bisa sembarangan, termasuk di tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh orang asing. Motivasi untuk serangan, pada saat ini tidak jelas," tambah pernyataan itu. Hingga kini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas serangkaian ledakan bom ini.
Polisi Myanmar sendiri tengah menyelidiki rangkaian bom ini. "Kita tidak bisa mengatakan siapa yang bertanggung jawab atas tindakan-tindakan ini," kata Letnan Jenderal Polisi Min Aung, Kepala Intelijen Kepolisian dan Departemen Keamanan Myanmar.
"Kami masih menyelidiki. Dalam semua kasus, sistem yang mereka gunakan adalah sama. Kami pikir sebuah organisasi atau seseorang melakukan semua ini," katanya kepada AFP melalui telepon dari Naypyidaw. Dia mengatakan, keamanan telah ditingkatkan di Yangon.
(esn)