Polisi Myanmar selidiki serangkaian ledakan bom misterius
Selasa, 15 Oktober 2013 - 02:53 WIB
Polisi Myanmar selidiki serangkaian ledakan bom misterius
A
A
A
Sindonews.com – Polisi Myanmar pada Senin (14/10/2013), menyatakan, bahwa mereka sedang menyelidiki serangkaian ledakan bom misterius yang telah menyebabkan dua orang tewas dan beberapa terluka dalam beberapa hari terakhir.
Menurut polisi, seorang pria dan seorang wanita tewas, serta satu orang lagi terluka dalam ledakan pada Jumat (11/10/2013), di sebuah wisma di kota Taunggu, sekitar 65 kilometer dari ibu kota Naypyidaw. Selain itu, dua perangkat lain meledak di Yangon pada akhir pekan lalu.
Sementara itu, satu bom juga ditemukan di halte bus dan lainnya di bawah sebuah truk. Bom-bom ini telah melukai dua remaja. Pada awal pekan ini, dua perangkat yang lebih sederhana ditemukan di Yangon dan Mandalay.
"Kita tidak bisa mengatakan siapa yang bertanggung jawab atas tindakan-tindakan ini," kata Letnan Jenderal Polisi Min Aung, Kepala Intelijen Kepolisian dan Departemen Keamanan Myanmar.
"Kami masih menyelidiki. Dalam semua kasus, sistem yang mereka gunakan adalah sama. Kami pikir sebuah organisasi atau seseorang melakukan semua ini," katanya kepada AFP melalui telepon dari Naypyidaw. Dia mengatakan, keamanan telah ditingkatkan di Yangon.
Dalam pesan yang diposting pada akun Facebook resminya, polisi Yangon mengimbau agar masyarakat waspada untuk setiap benda mencurigakan di stasiun kereta api, halte bus, dan tempat umum lainnya. "Kami juga mengajak masyarakat untuk bekerja sama untuk menemukan orang-orang yang menyebabkan kerusuhan dan korban jiwa dengan ledakan," katanya.
Menurut polisi, seorang pria dan seorang wanita tewas, serta satu orang lagi terluka dalam ledakan pada Jumat (11/10/2013), di sebuah wisma di kota Taunggu, sekitar 65 kilometer dari ibu kota Naypyidaw. Selain itu, dua perangkat lain meledak di Yangon pada akhir pekan lalu.
Sementara itu, satu bom juga ditemukan di halte bus dan lainnya di bawah sebuah truk. Bom-bom ini telah melukai dua remaja. Pada awal pekan ini, dua perangkat yang lebih sederhana ditemukan di Yangon dan Mandalay.
"Kita tidak bisa mengatakan siapa yang bertanggung jawab atas tindakan-tindakan ini," kata Letnan Jenderal Polisi Min Aung, Kepala Intelijen Kepolisian dan Departemen Keamanan Myanmar.
"Kami masih menyelidiki. Dalam semua kasus, sistem yang mereka gunakan adalah sama. Kami pikir sebuah organisasi atau seseorang melakukan semua ini," katanya kepada AFP melalui telepon dari Naypyidaw. Dia mengatakan, keamanan telah ditingkatkan di Yangon.
Dalam pesan yang diposting pada akun Facebook resminya, polisi Yangon mengimbau agar masyarakat waspada untuk setiap benda mencurigakan di stasiun kereta api, halte bus, dan tempat umum lainnya. "Kami juga mengajak masyarakat untuk bekerja sama untuk menemukan orang-orang yang menyebabkan kerusuhan dan korban jiwa dengan ledakan," katanya.
(esn)