OPCW hancurkan senjata kimia Suriah di tengah berkecamuknya perang

Selasa, 08 Oktober 2013 - 20:21 WIB
OPCW hancurkan senjata...
OPCW hancurkan senjata kimia Suriah di tengah berkecamuknya perang
A A A
Sindonews.com - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon memperingatkan inspektur gabungan PBB dan Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) menjalankan misi menghancurkan 1.000 ton senjata kimia berbahaya milik Suriah secara berhati-hati. Sebab, hingga hari ini pemberontak tetap melancarkan serangan terhadap tentara Suriah, Senin (7/10/2013).

Seperti diketahui, awal pekan ini, sebanyak 19 ahli senjata dari OPCW dan 16 personil keamanan dan logistik dari PBB sudah mulai menghancurkan fasilitas produksi campuran senjata kimia. Sesuai dengan resolusi yang telah ditetapkan PBB, tim itu dijadwalkan selesai menghancurkan fasilitas tersebut pada 1 November mendatang.

Ki-moon melanjutkan, para ahli bekerja di tengah kondisi berbahaya yang mudah berubah, terutama di wilayah Kota seperti Damaskus, Homs, dan Aleppo. "Mereka bekerja di tengah serangan udara, artileri berat, ledakan mortir, kontak senjata antara tentara dan pemberontak Suriah, serta, wilayah pertempuran yang bergeser dengan cepat," papar Ki-moon.

Menurut laporan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, pertempuran antara tentara dan pemberontak Suriah terus berlanjut. Kemarin, tentara Suriah berhasil membuka kembali jalur yang menghubungkan wilayah utara Kota Aleppo menuju ke pusat Suriah, satu tahun setelah bertempur sengit dengan pemberontak.

Di Provinsi Idlib, tentara menggelar operasi "Gempa" untuk merebut Wilayah Wadi Deif dan Hamidiyeh yang telah dikuasai selama hampir satu tahun. Tentara Suriah membombardir pemberontak dari udara. Tentara Suriah berhasil membunuh pemberontak, namun jumlah militer Suriah mengalami kerugian lebih besar, serangan roket dan mortir pemberontak menewaskan 10 tentara dan menghancurkan tiga tank.

Guna meningkatkan mengoptimalkan implementasi misi tersebut, Ki-moon merekomendasikan untuk meningkat anggota tim yang bertugas menghancurkan senjata kimia Suriah menjadi 100 orang, yang terdiri dari ahli kimia dan personil keamanan dan logistik dari PBB. "Misi mereka akan berbasis di wilayah Damasku dan Cyprus," ungkap Ki-moon. "Ini merupakan operasi sederhana yang belum pernah dicoba sebelumnya," imbuhnya.
(esn)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
9 Negara Pemasok Senjata...
9 Negara Pemasok Senjata Tentara Suriah
Berita Terkini
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
54 menit yang lalu
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
1 jam yang lalu
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
2 jam yang lalu
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
3 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
5 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
6 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved