Hamas: Israel masih hambat suplai kebutuhan rakyat Gaza
Senin, 07 Oktober 2013 - 23:17 WIB
Hamas: Israel masih hambat suplai kebutuhan rakyat Gaza
A
A
A
Sindonews.com – Israel hanya memperbolehkan kurang dari 30 persen dari kebutuhan rakyat Jalur Gaza masuk ke dalam wilayah pantai Palestina itu. Demikian dinyatakan Menteri Ekonomi Hamas, Alaa Al-Rafati, Minggu (6/10/2013).
"Israel terus memaksakan kelaparan bagi penduduk Jalur Gaza," kata Al-Rafati kepada wartawan, seperti dikutip dari Xinhua. Menurutnya, Israel menerapkan taktik, di mana kalori yang dibutuhkan untuk warga Gaza dihitung secara cermat oleh otoritas Israel dan ini tercermin dalam jumlah makanan diizinkan masuk ke wilayah itu.
Namun, Israel mengaku telah mengizinkan segala macam persediaan makanan masuk ke Jalur Gaza, di samping bahan kebutuhan lain. Sementara Al-Rafati sendiri mengatakan, bahwa Israel masih menghambat pengiriman bahan baku untuk industri, dan membatasi pengiriman produk makanan.
Al-Rafati mengatakan, bahwa pembukaan pintu penyebarang Kerem Shalom oleh Israel tidak cukup untuk menutupi kebutuhan warga Gaza dan menyebabkan kenaikan harga barang. Sekitar 400 truk melewati Kerem Shalom dalam lima hari selama satu pekan.
Jumlah ini masih jauh dibandingkan dengan hampir 3.500 truk yang memasuki Gaza melalui tiga pintu penyeberangan lain, sebelum Israel memberlakukan blokade pada 2007. Negara yahudi itu menerapkan blokade, setelah Hamas mengambil alih kekuasan Jalur Gaza.
"Israel terus memaksakan kelaparan bagi penduduk Jalur Gaza," kata Al-Rafati kepada wartawan, seperti dikutip dari Xinhua. Menurutnya, Israel menerapkan taktik, di mana kalori yang dibutuhkan untuk warga Gaza dihitung secara cermat oleh otoritas Israel dan ini tercermin dalam jumlah makanan diizinkan masuk ke wilayah itu.
Namun, Israel mengaku telah mengizinkan segala macam persediaan makanan masuk ke Jalur Gaza, di samping bahan kebutuhan lain. Sementara Al-Rafati sendiri mengatakan, bahwa Israel masih menghambat pengiriman bahan baku untuk industri, dan membatasi pengiriman produk makanan.
Al-Rafati mengatakan, bahwa pembukaan pintu penyebarang Kerem Shalom oleh Israel tidak cukup untuk menutupi kebutuhan warga Gaza dan menyebabkan kenaikan harga barang. Sekitar 400 truk melewati Kerem Shalom dalam lima hari selama satu pekan.
Jumlah ini masih jauh dibandingkan dengan hampir 3.500 truk yang memasuki Gaza melalui tiga pintu penyeberangan lain, sebelum Israel memberlakukan blokade pada 2007. Negara yahudi itu menerapkan blokade, setelah Hamas mengambil alih kekuasan Jalur Gaza.
(esn)