Menhan Israel: Soal Iran, kami berbeda pendapat dengan AS
Kamis, 03 Oktober 2013 - 04:21 WIB
Menhan Israel: Soal Iran, kami berbeda pendapat dengan AS
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Pertahanan Israel, Moshe Ya'alon, mengatakan pada Rabu (2/10/2013), meskipun hubungan antara Israel dan Amerika Serikat (AS) "sangat baik”, namun kedua negara memiliki perbedaan pendapat terhadap isu Iran.
Ya'alon membuat pernyataan selama kunjungan ke sebuah Pangkalan Militer di Israel utara, menyusul komentar keras Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu di sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, soal Iran.
Dalam pidatonya di sidang Majelis Umum PBB, Netanyahu mengaku tak percaya dengan pernyataan Presiden Iran, Hassan Rouhani soal program nuklir Iran. Netanyahu juga mengatakan, bahwa Israel tidak akan ragu untuk bertindak sendiri dengan cara militer, terhadap program nuklir Iran.
"Netanyahu menggambarkan realitas yang tepat tentang bagaimana kita melihat ancaman Iran," kata Ya'alon, seperti dikutip dari Xinhua. "Itulah mengapa menjadi kewajiban dari Perdana Menteri untuk menampilkan situasi yang tepat,” lanjutnya.
“Karena secara paralel dari ucapan manis Rouhani, teror Iran beroperasi di Afghanistan, Irak. Itulah sebabnya mengapa kita mengatakan, bahwa kita harus menghentikan rencana nuklir Iran dengan cara apapun yang mungkin dilakukan," tambah Ya'alon. Ia menambahkan, bahwa sanksi adalah salah satu cara untuk membawa Iran ke meja perundingan.
Para pejabat Israel khawatir tentang kemajuan diplomatik antara Iran dan AS. Negara yahudi itu mengatakan, bahwa Iran menggunakan "kampanye tersenyum” untuk membeli waktu dan melanjutkan program nuklirnya.
Namun, pada pertemuan antara Netanyahu dan Presiden AS Barack Obama di Gedung Putih pada awal pekan ini, Obama meyakinkan Netanyahu, bahwa Israel akan menjadi bagian dari pembicaraan dan bahwa Iran tidak akan bisa mencapai tahap memproduksi senjata nuklir.
Ya'alon membuat pernyataan selama kunjungan ke sebuah Pangkalan Militer di Israel utara, menyusul komentar keras Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu di sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, soal Iran.
Dalam pidatonya di sidang Majelis Umum PBB, Netanyahu mengaku tak percaya dengan pernyataan Presiden Iran, Hassan Rouhani soal program nuklir Iran. Netanyahu juga mengatakan, bahwa Israel tidak akan ragu untuk bertindak sendiri dengan cara militer, terhadap program nuklir Iran.
"Netanyahu menggambarkan realitas yang tepat tentang bagaimana kita melihat ancaman Iran," kata Ya'alon, seperti dikutip dari Xinhua. "Itulah mengapa menjadi kewajiban dari Perdana Menteri untuk menampilkan situasi yang tepat,” lanjutnya.
“Karena secara paralel dari ucapan manis Rouhani, teror Iran beroperasi di Afghanistan, Irak. Itulah sebabnya mengapa kita mengatakan, bahwa kita harus menghentikan rencana nuklir Iran dengan cara apapun yang mungkin dilakukan," tambah Ya'alon. Ia menambahkan, bahwa sanksi adalah salah satu cara untuk membawa Iran ke meja perundingan.
Para pejabat Israel khawatir tentang kemajuan diplomatik antara Iran dan AS. Negara yahudi itu mengatakan, bahwa Iran menggunakan "kampanye tersenyum” untuk membeli waktu dan melanjutkan program nuklirnya.
Namun, pada pertemuan antara Netanyahu dan Presiden AS Barack Obama di Gedung Putih pada awal pekan ini, Obama meyakinkan Netanyahu, bahwa Israel akan menjadi bagian dari pembicaraan dan bahwa Iran tidak akan bisa mencapai tahap memproduksi senjata nuklir.
(esn)