Puluhan 'manusia perahu' tewas di laut RI, PM Australia menghindar

Sabtu, 28 September 2013 - 12:21 WIB
Puluhan manusia perahu...
Puluhan 'manusia perahu' tewas di laut RI, PM Australia menghindar
A A A
Sindonews.com – Perdana Menteri Australia, Tonny Abbott, langsung menghindari wartawan ketika kapal pencari suaka yang menuju Australia, karam di perairan Jawa Barat, Indonesia, semalam. Abbott menghindar dari wartawan, setelah kebijakan kontroversialnya untuk menghalau laju para pencari suaka ditentang Pemerintah Indonesia.

Sekitar 22 imigran gelap tewas tenggelam, setelah kapal mereka yang menuju Australia karam, semalam (27/9/2013). Kapal yang karam itu berisi sekitar 120 orang. Puluhan orang dinyatakan hilang, dan dikhawatirkan tewas.

Salah satu penumpang , seorang pria Libanon , dilaporkan telah kehilangan istrinya yang sedang hamil dan delapan anak-anak, dalam bencana itu. Hanya 25 orang di atas kapal yang berhasil diselamatkan. Sedangkan upaya pencarian korban lain, masih diupayakan.

Sabtu (28/9/2013), Perdana Menteri Abbott, menghindar dari wartawan yang ingin meminta komentar soal kecelakaan kapal para pencari suaka. Kantor Menteri Imigrasi, Scott Morrison, juga tidak menanggapi pertanyaan.

Pemimpin Partai Buruh, Chris Bowen, seperti dilaporkan news.com.au, pagi ini meminta pemerintah untuk memberikan penjelasan penuh, soal kebijakan menghalau para pancari suaka. ”Ada yang sangat memprihatinkan soal laporan tragedi lain di Indonesia ,” kata Bowen, mengacu pada kecelakaan kapal pencari suaka.

”Tampaknya bahwa Angkatan Laut Australia mungkin telah terlibat dalam dua penyelamatan, walaupun tentu saja detail, sangat, sangat samar,” lanjut dia. ”Pemerintah sebelumnya mengatakan, bahwa ketika ada tragedi atau peristiwa penting di laut, maka mereka akan memberikan briefing,” sindir Bowen.

”Saya akan memanggil pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri atau Menteri Imigrasi, untuk memberikan penjelasan kepada rakyat Australia, hari ini,” kata Bowen.

Abbott , yang mengambil alih kekuasaan Australia pada bulan ini lewat pemilu, berencana menempatkan polisi-polisi Australia di Indonesia untuk menghalau para pencari suaka atau yang dikenal sebagai “manusia perahu”

Namun, Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa, menentang rencana kebijakan itu, karena bisa mengusik kedaulatan Indonesia. Terakhir, Marty telah memperingatkan kepada Menlu Australia , Julie Bishop di sela-sela sidang PBB, agar Pemerintah Australia tidak membuat kebijakan yang melanggar kedaulatan Indonesia.
(mas)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Australia Menyadari...
Australia Menyadari Konsumen China Tak Tergantikan Usai 30 Bulan Konflik
Berita Terkini
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
27 menit yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
3 jam yang lalu
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
4 jam yang lalu
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
5 jam yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
6 jam yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
7 jam yang lalu
Infografis
Jet Tempur F/A-18 AS...
Jet Tempur F/A-18 AS Seharga Rp1 Triliun Hilang di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved