Erdogan: Helikopter Suriah ditembak karena langgar wilayah udara
Rabu, 18 September 2013 - 13:15 WIB
Erdogan: Helikopter Suriah ditembak karena langgar wilayah udara
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri (PM) Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan, keputusan tentara Turki menembak jatuh helikopter Suriah sesuai dengan aturan perjanjian internasional. Menurutnya, helikopter itu ditembak karena melakukan pelanggaran wilayah kedaulatan udara, Selasa (17/9/2013).
"Sebelumnya kami telah sampaikan, bahwa kami akan mengimplementasikan kesepakatan. Telah terjadi pelanggaran wilayah batas kedaulatan sejauh 2 km," ungkap Erdogan dalam sebuah konferensi pers di Pakistan bersama PM Nawaz Sharif .
"Saat peringatan tidak dindahkan, maka Angkatan Bersenjata Turki memutuskan untuk mengeksekusi pelangaran tersebut," lanjut Erdogan.
Dalam kesempatan itu, Erdogan juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk tidak hanya memperhatikan korban tewas akibat pengunaan senjata kimia di Suriah, tapi juga lebih memperhatikan korban tewas akibat penggunaan senjata konvensional.
"Menggunakan senjata kimia adalah kejahatan. Tapi, menggunakan senjata konvensional juga termasuk kejahatan. Sudah hampir 110 ribu jiwa meninggal karena penggunaan senjata konvensional dan hanya kematian 1.700 jiwa akibat penggunaan senjata kimia yang disebutkan," papar Erdogan.
"Saya kembali menyerukan kekuatan dunia agar berusaha mencari solusi untuk mengakhiri pertumpahan darah di Suriah," seru Erdogan.
Suriah mengkonfirmasi perihal penembakan helikopternya. Tentara Suriah, mengatakan, aksi penembakan yang dilakukan oleh militer Turki adalah sebuah kesalahan, sebab helikopter itu hanya sedikit memasuki wilayah Turki dan jatuh di wilayah kedaulatan Suriah setelah ditembak.
"Sebelumnya kami telah sampaikan, bahwa kami akan mengimplementasikan kesepakatan. Telah terjadi pelanggaran wilayah batas kedaulatan sejauh 2 km," ungkap Erdogan dalam sebuah konferensi pers di Pakistan bersama PM Nawaz Sharif .
"Saat peringatan tidak dindahkan, maka Angkatan Bersenjata Turki memutuskan untuk mengeksekusi pelangaran tersebut," lanjut Erdogan.
Dalam kesempatan itu, Erdogan juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk tidak hanya memperhatikan korban tewas akibat pengunaan senjata kimia di Suriah, tapi juga lebih memperhatikan korban tewas akibat penggunaan senjata konvensional.
"Menggunakan senjata kimia adalah kejahatan. Tapi, menggunakan senjata konvensional juga termasuk kejahatan. Sudah hampir 110 ribu jiwa meninggal karena penggunaan senjata konvensional dan hanya kematian 1.700 jiwa akibat penggunaan senjata kimia yang disebutkan," papar Erdogan.
"Saya kembali menyerukan kekuatan dunia agar berusaha mencari solusi untuk mengakhiri pertumpahan darah di Suriah," seru Erdogan.
Suriah mengkonfirmasi perihal penembakan helikopternya. Tentara Suriah, mengatakan, aksi penembakan yang dilakukan oleh militer Turki adalah sebuah kesalahan, sebab helikopter itu hanya sedikit memasuki wilayah Turki dan jatuh di wilayah kedaulatan Suriah setelah ditembak.
(esn)