Lagi, Israel serukan dunia untuk tekan Iran
Selasa, 17 September 2013 - 18:27 WIB
Lagi, Israel serukan dunia untuk tekan Iran
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Nentanyahu, kembali menyerukan kepada masyarakat internasional untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran. Dia mengabaikan, sikap moderat pemimpin baru Iran, Hassan Rouhani yang siap terbuka untuk negosiasi program nuklir Teheran.
Israel, bersama dengan negara-negara Barat, sudah lama mencurigai Iran, bahwa negara itu diduga tengah membuat senjata nuklir. Pihak Teheran berulang kali menepis tuduhan itu, dengan mengklaim program nuklir mereka untuk kepentingan sipil.
Netanyahu mengatakan kepada kabinetnya, Selasa (17/9/2013), bahwa menghentikan program nuklir Iran akan menjadi fokus dari perjalanannya ke Amerika Serikat akhir bulan ini. Menurutnya, dia akan membahas masalah itu dengan Presiden Barack Obama pada pertemuan 30 September2013 nanti.
”Tekanan terhadap Teheran harus ditingkatkan dan tidak boleh santai,” katanya, seperti dikutip Fox News.
Sementara itu, Kepala Nuklir Iran, Ali Akbar Salehi, mengatakan peluang untuk membuka pembicaraan nuklir Teheran dengan negara-negara berpengaruh di dunia telah meningkat sejak terpilihnya Rouhani sebagai Presiden Iran.
Israel, bersama dengan negara-negara Barat, sudah lama mencurigai Iran, bahwa negara itu diduga tengah membuat senjata nuklir. Pihak Teheran berulang kali menepis tuduhan itu, dengan mengklaim program nuklir mereka untuk kepentingan sipil.
Netanyahu mengatakan kepada kabinetnya, Selasa (17/9/2013), bahwa menghentikan program nuklir Iran akan menjadi fokus dari perjalanannya ke Amerika Serikat akhir bulan ini. Menurutnya, dia akan membahas masalah itu dengan Presiden Barack Obama pada pertemuan 30 September2013 nanti.
”Tekanan terhadap Teheran harus ditingkatkan dan tidak boleh santai,” katanya, seperti dikutip Fox News.
Sementara itu, Kepala Nuklir Iran, Ali Akbar Salehi, mengatakan peluang untuk membuka pembicaraan nuklir Teheran dengan negara-negara berpengaruh di dunia telah meningkat sejak terpilihnya Rouhani sebagai Presiden Iran.
(esn)