Israel berkelit soal kepemilikan senjata kimia

Selasa, 17 September 2013 - 11:05 WIB
Israel berkelit soal...
Israel berkelit soal kepemilikan senjata kimia
A A A
Sindonews.com – Kasus kepemilikan senjata kimia Suriah merembet ke Israel, setelah para pakar menyebut, negara itu diduga memiliki tok senjata kimia. Namun, Israel berkelit perihal kepemilikan senjata kimianya.

Israel menandatangani perjanjian internasional tentang larangan memproduksi atau menggunakan senjata kimia dua decade lalu. Namun, para ahli percaya memiliki persediaan senjata kimia dan biologi. Para pejabat Israel menolak untuk mengkonfirmasi, atau pun menyangkal dugaan gudang senjata kimia dan biologi.

Para pejabat itu, mengatakan isu utama sekarang adalah Suriah, bukan Israel. Dalam sebuah wawancara, kemarin (16/9/2013), mantan Menteri Pertahanan Israel, Amir Peretz menolak untuk membahas kemampuan negara itu dalam membuat dan menggunakan senjata kimia.

”Ini jelas bagi semua orang bahwa, (Israel) adalah rezim demokratis yang bertanggung jawab,” katanya kepada Radio Israel, seperti dikutip Fox News. ”Saya sangat berharap dan yakin bahwa masyarakat internasional tidak akan membuat pertanyaan ini.”

Munculnya desakan agar Suriah menyerahkan semua senjata kimianya, berimbas juga pada seruan yang sama terhadap Israel. ”Saya percaya bahwa pemerintah Israel harus terbuka tentang masalah ini, harus mengatakan apa gudang (senjata kimia) itu ada atau tidak. Jika itu memang memiliki, harus mematuhi perjanjian internasional,” kritik anggota parlemen Israel dari kubu oposisi, Dov Khenin.

Harian Israel, Haaretz menulis dalam sebuah editorial, kemarin, bahwa, perlucutan senjata kimia Suriah, memberikan kesempatan bagi Israel untuk akhirnya meratifikasi Konvensi Senjata Kimia. ”Ini akan sangat sayang jika di masa depan Israel menemukan dirinya dalam posisi seperti yang dialami Suriah. Dipaksa untuk menandatangani konvensi bawah tekanan internasional,” tulis surat kabar itu .

Paul Hirschson, juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, mengatakan Israel tidak bisa meratifikasi perjanjian itu di lingkungan yang tidak pasti. ”Hal-hal yang terjadi di kawasan regional ini (Timur Tengah), membuat kami tidak akan pergi ke sana (ratifikasi perjanjian internasional) yang ditujukan pada kita sendiri,” kata Hirschson.
(esn)
Berita Terkait
Aksi Brutal Polisi Israel...
Aksi Brutal Polisi Israel Serbu Puluhan Jemaah di Masjid Al-Aqsa
Penampakan Rudal Iran...
Penampakan Rudal Iran saat Melintas di Atas Masjid Al Aqsa
Israel Serang Kamp Al...
Israel Serang Kamp Al Maghazi di Gaza Saat Malam Natal Menewaskan 70 orang
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Israel Menembaki Warga...
Israel Menembaki Warga Gaza di Distribusi Bantuan, 155 Terluka dan 20 Tewas
Panik Dibombardir Iran,...
Panik Dibombardir Iran, Israel Minta Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
Berita Terkini
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
52 menit yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
1 jam yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
3 jam yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
4 jam yang lalu
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
4 jam yang lalu
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
5 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved