Kata analis soal diplomasi Suriah: Putin kalahkan Obama

Jum'at, 13 September 2013 - 18:01 WIB
Kata analis soal diplomasi...
Kata analis soal diplomasi Suriah: Putin kalahkan Obama
A A A
Sindonews.com - Rusia dan Amerika Serikat menjadi topik pembicaraan di Twitter, perihal siapa yang mencetak poin lebih tinggi dan menjadi pemenang dalam perselisihan diplomatik berisiko tinggi atas krisis Suriah. Para analis menyebut, Presiden Vladimir Putin mengalahkan Presiden Barack Obama dalam diplomasi soal Suriah.

Awalnya, Samantha Power, Duta Besar AS untuk PBB, kemarin menulis ungkapan kekesalannya di Twitter. ”Tiga hari lalu tampaknya tidak ada cara diplomatik untuk menahan Assad bertanggung jawab. Ancaman tindakan AS akhirnya membawa Rusia ke meja (diplomasi),” tulis Samantha.

Tweet Samantha direspon Margarita Simonyan, kepala jaringan televisi Rusia berbahasa Inggris. ”Jika usulan Rusia terhadap Suriah bekerja, Obama, sebagai orang yang jujur, harus memberikan Hadiah Nobel kepada Putin,” sindir Margarita, seperti dikutip CNN, Jumat (13/9/2013).

Fiona Hill, seorang analis, dan direktur pada Brokings Institution, di Amerika Serikat dan Eropa, tidak ragu-ragu untuk menyebut diplomasi krisis Suriah telah dimenangkan Putin. ”Ini benar-benar merupakan kemenangan diplomatik Putin sekarang,” kata Fiona Hill.

”Jika kita berpikir tentang hal ini sebagai judo, yang tentu saja olahraga favorit Putin, ini hanya salah satu set bergerak,” ujarnya. ”Dan sekarang, dia berhasil mendapatkan Obama dari tikar,” lanjut dia.

Putin menghentikan perjalanan Obama untuk aksi militer terhadap Suriah melalui di jalurnya pada pekan ini. Taktik Rusia, yakni dengan membuat proposal untuk menempatkan senjata kimia Suriah di bawah kontrol internasional yang menuai dukungan berbagai pihak, termasuk PBB.

Analis juga memuji kehebatan diplomasi Rusia. Di mana negara itu memiliki hak veto di Dewan Keamanan PBB, yang setiap saat ampuh untuk mencegah negara lain mejatuhkan resolusi terhadap sebuah negara, termasuk Suriah.

”Kepribadian Putin telah banyak berpegaruh di dunia Barat,” kata Dmitri Trenin, Direktur Carnegie Moscow Center. ”Namun, dalam situasi tertentu, ketika begitu banyak orang yang bingung di AS, Eropa , termasuk di kelas politik negara-negara Barat, argumen Putin membuat begitu jelas dapat dipakai untuk menyelesaikan perdebatan,” imbuh dia.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
4 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
4 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
6 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
7 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
8 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
8 jam yang lalu
Infografis
Daftar 5 Presiden Terkaya...
Daftar 5 Presiden Terkaya di Dunia, Nomor 1 Vladimir Putin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved