Ledakan bom dekat fasilitas intelijen Mesir tewaskan 4 orang
Rabu, 11 September 2013 - 17:55 WIB
Ledakan bom dekat fasilitas intelijen Mesir tewaskan 4 orang
A
A
A
Sindonews.com - Dua buah serangan bom yang menargetkan tentara Mesir melanda wilayah Semenanjung Sinai, wilayah bergolak di mana militer Mesir melancarkan kampanye untuk menumpas aksi pemberontakan. Demikan diungkapkan sejumlah pejabat keamanan Mesir, Rabu (11/9/2013).
"Sebuah ledakan menargetkan, markas intelijen militer di Rafah di dekat perbatasan dekat Jalur Gaza," ungkap seorang pejabat Mesir.
Saksi mata mengatakan, ledakan kuat menghancurkan jendela dan sejumlah bangunan di wilayah Ali Imam di Rafah, lokasi di mana bangunan militer berada. Selang beberapa menit kemudian, sebuah ledakan kembali menghantam pos militer tak jauh dari lokasi ledakan pertama.
Televisi Pemerintah Mesir melaporkan, sedikitnya empat orang dilaporkan tewas, sementara lebih dari 10 orang terluka dalam serangan itu setelah sebuah bom mobil meledak di dekat fasilitas intelejen Mesir di Sinai, Mesir.
Kondisi keamanan di Sinai memburuk setelah penggulingan Mohamed Morsi dari kursi presiden Mesir pada Juli silam. Tentara Mesir kemudian mengintensifkan operasi untuk memberantas titik fokus teroris dan gerakan Jihad garis keras.
Setiap hari militan terus melancarkan serangan terhadap tentara dan polisi di Semenanjung Sinai, wilayah yang dihuni oleh suku Badui yang memiliki hubungan konfliktual dengan otoritas Mesir. Akibatnya, banyak anggota pasukan keamanan, bahkan warga kristen Mesir tewas dalam serangan tersebut.
"Sebuah ledakan menargetkan, markas intelijen militer di Rafah di dekat perbatasan dekat Jalur Gaza," ungkap seorang pejabat Mesir.
Saksi mata mengatakan, ledakan kuat menghancurkan jendela dan sejumlah bangunan di wilayah Ali Imam di Rafah, lokasi di mana bangunan militer berada. Selang beberapa menit kemudian, sebuah ledakan kembali menghantam pos militer tak jauh dari lokasi ledakan pertama.
Televisi Pemerintah Mesir melaporkan, sedikitnya empat orang dilaporkan tewas, sementara lebih dari 10 orang terluka dalam serangan itu setelah sebuah bom mobil meledak di dekat fasilitas intelejen Mesir di Sinai, Mesir.
Kondisi keamanan di Sinai memburuk setelah penggulingan Mohamed Morsi dari kursi presiden Mesir pada Juli silam. Tentara Mesir kemudian mengintensifkan operasi untuk memberantas titik fokus teroris dan gerakan Jihad garis keras.
Setiap hari militan terus melancarkan serangan terhadap tentara dan polisi di Semenanjung Sinai, wilayah yang dihuni oleh suku Badui yang memiliki hubungan konfliktual dengan otoritas Mesir. Akibatnya, banyak anggota pasukan keamanan, bahkan warga kristen Mesir tewas dalam serangan tersebut.
(esn)