Lindas bom, 7 penumpang bus di Afghanistan tewas
Selasa, 10 September 2013 - 21:22 WIB
Lindas bom, 7 penumpang bus di Afghanistan tewas
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya tujuh orang tewas, sementara 17 orang lainnya menderita luka-luka setelah sebuah bus yang mereka tumpangi melindas sebuah bom di sisi timur Provinsi Ghazni, Selasa (10/9/2013).
"Sebuah bus berisi sejumlah penumpang melindas sebuah bom rakitan yang ditanam di pinggir jalan raya dan memicu sebuah ledakan besar sekitar pukul 7 pagi. Sedikitnya tujuh penumpang tewas dan 17 lainnya menderita luka-luka. Tujuh di antara mereka menderita luka serius dan berada dalam kondisi kritis," ungkap wakil Kepala Polisi Provinsi Ghazni, Assadullah Insafi kepada Xinhua.
Insafi menuturkan, tiga dari tujuh korban tewas dalam ledakan di Distrik Muqur itu adalah anak-anak. Petugas kepolisian dan tim medis telah memindahkan jasad korban tewas dan korban luka-luka ke rumah sakit di Distrik Gilan. "Bus nahas tersebut mengangkut lebih dari 40 penumpang, mereka dalam perjalanan dari Provinsi Kandahar menuju Ibu Kota Kabul," terang Insafi.
Sebanyak 1.319 warga sipil tewas dan lebih dari 2.500 terluka dalam kekerasan yang terkait dengan konflik pada semester pertama tahun ini. Data itu dilansir Misi Bantuan PBB untuk Afghanistan (UNAMA), dalam laporan pertengahan tahun 2013 pada bulan Juli lalu di Kabul.
"Sebuah bus berisi sejumlah penumpang melindas sebuah bom rakitan yang ditanam di pinggir jalan raya dan memicu sebuah ledakan besar sekitar pukul 7 pagi. Sedikitnya tujuh penumpang tewas dan 17 lainnya menderita luka-luka. Tujuh di antara mereka menderita luka serius dan berada dalam kondisi kritis," ungkap wakil Kepala Polisi Provinsi Ghazni, Assadullah Insafi kepada Xinhua.
Insafi menuturkan, tiga dari tujuh korban tewas dalam ledakan di Distrik Muqur itu adalah anak-anak. Petugas kepolisian dan tim medis telah memindahkan jasad korban tewas dan korban luka-luka ke rumah sakit di Distrik Gilan. "Bus nahas tersebut mengangkut lebih dari 40 penumpang, mereka dalam perjalanan dari Provinsi Kandahar menuju Ibu Kota Kabul," terang Insafi.
Sebanyak 1.319 warga sipil tewas dan lebih dari 2.500 terluka dalam kekerasan yang terkait dengan konflik pada semester pertama tahun ini. Data itu dilansir Misi Bantuan PBB untuk Afghanistan (UNAMA), dalam laporan pertengahan tahun 2013 pada bulan Juli lalu di Kabul.
(esn)