PLO: Pembicaraan damai dengan Israel tidak akan berhasil
Senin, 09 September 2013 - 23:14 WIB
PLO: Pembicaraan damai dengan Israel tidak akan berhasil
A
A
A
Sindonews.com – Seorang pejabat Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengatakan pada Senin (9/9/2013), bahwa perundingan damai yang sedang berlangsung antara Palestina dan Israel tidak mungkin berhasil.
"Negosiasi tidak membuat kemajuan dan hampir tidak ada kemungkinan untuk keberhasilan mereka," kata Yasser Abed Rabbo, seorang anggota Komite Eksekutif PLO. "Satu-satunya 'kemajuan' yang dibuat adalah perluasan pemukiman yahudi dan lebih banyak pelanggaran Israel," lanjut Rabbo pada radio Voice of Palestina.
Pada Juli lalu, Amerika Serikat (AS) melalui Menteri Luar Negeri John Kerry meyakinkan Palestina untuk kembali ke pembicaraan perdamaian dengan Israel. Sebelumnya, pembicaraan damai ini telah terhenti selama hampir tiga tahun.
Palestina meninggalkan perundingan damai pada 2010 lalu, sebagai bentuk protes terhadap kegiatan pembangunan permukiman Yahudi di tanah Palestina yang diduduki Israel. Namun, setelah perundingan damai kembali dihidupkan, Israel malah terus memperluas pemukiman di Tepi Barat dan Yerusalem timur.
Pada akhir pekan lalu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas bertemu dengan Kerry di London. Dalam pertemuan itu, Abbas menyampaikan sejumlah catatan dalam perundingan damai. Dalam catatan itu, Abbas memprotes niat Israel untuk membatasi negosiasi hanya untuk masalah keamanan, sementara tidak membahas perbatasan negara Palestina di masa depan.
"Negosiasi tidak membuat kemajuan dan hampir tidak ada kemungkinan untuk keberhasilan mereka," kata Yasser Abed Rabbo, seorang anggota Komite Eksekutif PLO. "Satu-satunya 'kemajuan' yang dibuat adalah perluasan pemukiman yahudi dan lebih banyak pelanggaran Israel," lanjut Rabbo pada radio Voice of Palestina.
Pada Juli lalu, Amerika Serikat (AS) melalui Menteri Luar Negeri John Kerry meyakinkan Palestina untuk kembali ke pembicaraan perdamaian dengan Israel. Sebelumnya, pembicaraan damai ini telah terhenti selama hampir tiga tahun.
Palestina meninggalkan perundingan damai pada 2010 lalu, sebagai bentuk protes terhadap kegiatan pembangunan permukiman Yahudi di tanah Palestina yang diduduki Israel. Namun, setelah perundingan damai kembali dihidupkan, Israel malah terus memperluas pemukiman di Tepi Barat dan Yerusalem timur.
Pada akhir pekan lalu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas bertemu dengan Kerry di London. Dalam pertemuan itu, Abbas menyampaikan sejumlah catatan dalam perundingan damai. Dalam catatan itu, Abbas memprotes niat Israel untuk membatasi negosiasi hanya untuk masalah keamanan, sementara tidak membahas perbatasan negara Palestina di masa depan.
(esn)