Jika serang Damaskus, Suriah anggap AS dukung teroris

Senin, 09 September 2013 - 17:46 WIB
Jika serang Damaskus,...
Jika serang Damaskus, Suriah anggap AS dukung teroris
A A A
Sindonews.com – Pemerintah Rusia dan Suriah, pada Senin (9/9/2013), mendesak Pemerintah AS untuk mengurungkan niatnya untuk menyerang Damaskus. Jika AS tetap nekat akan menyerang Damaskus, Pemerintah Suriah menganggap AS mendukung teroris.

Pemerintah Suriah dan Rusia, tetap mendesak Washington untuk mendukung konferensi perdamaian untuk mengakhiri konflik sipil di Suriah yang sudah berlangsung 2,5 tahun terakhir.

Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moualem, minta Washington berhenti menyalahkan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, dengan tuduhan melakukan serangan senjata kimia. Menurutnya, tuduhan itu hanya dalih intervensi militer AS terhadap Suriah.

Moualem lantas mempertanyakan, motif Presiden AS, Barack Obama yang bersikeras ingin menyerang Suriah. Dia menganggap, pemerintahan Obama mendukung teroris, jika nekat menyerangg Suriah.

”Kami bertanya pada diri Obama, apakah mereka mendukung kelompok, sebagaimana yang meledakkan World Trade Center di New York,” kata kata al-Moualem, sebelum melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, seperti dikutip Reuters.

Pertanyaan al-Moualem itu mengacu pada serangan teroris di WTC 11 September 2001, di mana AS menuduh al-Qaeda sebagai dalang serangan itu. Padahal, Pemerintah Bashar al-Assad memerangi kelompok pemberontak seperti al-Nusra yang terkait kelompok al-Qaeda.

”Kami berada di Moskow, pada saat genderang perang sedang ditabuh Pemerintah AS,” ujar al-Moualem.

Sedangkan Lavrov, yang negaranya percaya serangan pada 21 Agustus 2013 di dekat Damaskus itu, dilakukan oleh pemberontak, memperingatkan bahwa realisasi rencana AS terhadap Suriah bisa memicu penyebaran terorisme.

Rusia telah menjadi pendukung Assad paling kuat selama konflik sipil yang telah menewaskan lebih dari 100 ribu orang (versi PBB). Dukungan Rusia itu dengan memasok senjata terhadap Suriah. Selain itu, Rusia dan China juga memblokir resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap pemerintah Assad.

”(Presiden) Assad memerintahkan saya untuk memberikan salam dan terima kasih atas dukungan Presiden Vladimir Putin kepada Suriah, dalam KTT G20,” imbuh al-Moulaem.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
53 menit yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
1 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
2 jam yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
2 jam yang lalu
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
2 jam yang lalu
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
3 jam yang lalu
Infografis
Anggap Zelensky Tidak...
Anggap Zelensky Tidak Populer, Trump Dukung Pemilu di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved