Mesir bersumpah untuk menindak terorisme dengan tangan besi
Kamis, 05 September 2013 - 23:58 WIB
Mesir bersumpah untuk menindak terorisme dengan tangan besi
A
A
A
Sindonews.com – Kabinet Mesir berjanji pada Kamis (5/9/2013), untuk menyerang terorisme dengan "tangan besi". Pernyataan keras ini dilontarkan beberapa jam setelah Menteri Dalam Negeri Mesir, Mohamed Ibrahim, selamat dari upaya pembunuhan dengan menggunakan bom di sebelah timur Kairo.
"Kabinet akan menghancurkan orang-orang yang bermain dengan keamanan negara dengan tangan besi, sampai keamanan kembali di seluruh negeri," sebut pernyataan Kabinet Mesir, seperti dikutip dari Xinhua.
Kabinet Mesir juga mengutuk serangan terhadap konvoi rombongan Menteri Dalam Negeri. “Serangan itu tidak akan menghalangi upaya pemerintah untuk memerangi terorisme dengan tegas,” lanjut pernyataan itu.
Kantor berita resmi Pemerintah Mesir, MENA, mengabarkan, ledakan tersebut terjadi saat Ibrahim berada dalam perjalanan dari rumah menuju kantornya di Ibu Kota Kairo. Sementara Nile Tv, saluran televisi yang dikelola Pemerintah Mesir menyiarkan, bahwa bom dilempar dari sebuah sebuah gedung ke arah konvoi kendaraan Ibrahim.
"Ibrahim selamat dari ledakan tersebut. Namun, tujuh orang terluka akibat ledakan tersebut," ungkap Mohamed Sultan, Kepala Otoritas Ambulans Mesir kepada Xinhua.
Aparat keamanan segera tiba di lokasi kejadian, lalu lintas sepanjang jalan Mosutafa el-Nahas langsung ditutup untuk sementara waktu. Pasalnya, ledakan tersebut telah menghancurkan banyak toko di sekitar sumber ledakan.
"Kabinet akan menghancurkan orang-orang yang bermain dengan keamanan negara dengan tangan besi, sampai keamanan kembali di seluruh negeri," sebut pernyataan Kabinet Mesir, seperti dikutip dari Xinhua.
Kabinet Mesir juga mengutuk serangan terhadap konvoi rombongan Menteri Dalam Negeri. “Serangan itu tidak akan menghalangi upaya pemerintah untuk memerangi terorisme dengan tegas,” lanjut pernyataan itu.
Kantor berita resmi Pemerintah Mesir, MENA, mengabarkan, ledakan tersebut terjadi saat Ibrahim berada dalam perjalanan dari rumah menuju kantornya di Ibu Kota Kairo. Sementara Nile Tv, saluran televisi yang dikelola Pemerintah Mesir menyiarkan, bahwa bom dilempar dari sebuah sebuah gedung ke arah konvoi kendaraan Ibrahim.
"Ibrahim selamat dari ledakan tersebut. Namun, tujuh orang terluka akibat ledakan tersebut," ungkap Mohamed Sultan, Kepala Otoritas Ambulans Mesir kepada Xinhua.
Aparat keamanan segera tiba di lokasi kejadian, lalu lintas sepanjang jalan Mosutafa el-Nahas langsung ditutup untuk sementara waktu. Pasalnya, ledakan tersebut telah menghancurkan banyak toko di sekitar sumber ledakan.
(esn)