AS klarifikasi tuduhan Rusia pasok senjata kimia ke Suriah
Kamis, 05 September 2013 - 11:17 WIB
AS klarifikasi tuduhan Rusia pasok senjata kimia ke Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Juru bicara pers dari Pentagon, AS, George Little, mengeluarkan klarifikasi, soal tuduhan Rusia memasok senjata kimia kepada Suriah, yang dilontarkan Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel. Menurut Pentagon, komentar Hagel itu merujuk dari bisnis senjata konvensional antara Suriah dan Rusia.
Menurutnya, Suriah telah memiliki program senjata kimia selama puluhan tahun. Little menambahkan, peralatan militer Rusia dapat dimodifikasi untuk mendukung program senjata kimia Suriah.
”Sebagai respon terhadap anggota Kongres, Menteri Hagel mengacu hubungan senjata konvensional antara Suriah dan Rusia. Saat ini, Rusia memberikan rezim Suriah berbagai peralatan militer dan dukungan, beberapa di antaranya dapat dimodifikasi atau digunakan untuk mendukung program senjata kimia,” kata Little, seperti dikutip ABC News, kemarin.
Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, sebelumnya, mengaku menerima informasi, bahwa Rusia telah memasok senjata kimia ke Suriah. Hagel mengatakan, bukan rahasia lagi bahwa rezim Presiden Bashar al-Assad memiliki stok senjata kimia yang signifikan.
Informasi itu disampaikan Hagel kepada politikus Partai Republik AS, Joe Wilson. Ketika Wilson bertanya soal kebenaran informasi, bahwa Rusia yang memasok senjata kimia ke Suriah, Hagel menjawab; ”Yah, Rusia memasok mereka. Lainnya memasok mereka dengan senjata-senjata kimia. Mereka membuat beberapa sendiri.”
Belum ada klarifikasi resmi dari Moskow atas tuduhan Hagel itu. Namun, Kementerian Luar Negeri Rusia, dalam waktu yang nyaris bersamaan juga merilis klaim, bahwa proyektil kimia yang digunakan di pedesaan Khan al-Assal, Aleppo, bukan milik tentara Suriah. Temuan dari ahli Rusia itu, diharapkan membuat investigasi PBB lebih akurat.
Menurutnya, Suriah telah memiliki program senjata kimia selama puluhan tahun. Little menambahkan, peralatan militer Rusia dapat dimodifikasi untuk mendukung program senjata kimia Suriah.
”Sebagai respon terhadap anggota Kongres, Menteri Hagel mengacu hubungan senjata konvensional antara Suriah dan Rusia. Saat ini, Rusia memberikan rezim Suriah berbagai peralatan militer dan dukungan, beberapa di antaranya dapat dimodifikasi atau digunakan untuk mendukung program senjata kimia,” kata Little, seperti dikutip ABC News, kemarin.
Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, sebelumnya, mengaku menerima informasi, bahwa Rusia telah memasok senjata kimia ke Suriah. Hagel mengatakan, bukan rahasia lagi bahwa rezim Presiden Bashar al-Assad memiliki stok senjata kimia yang signifikan.
Informasi itu disampaikan Hagel kepada politikus Partai Republik AS, Joe Wilson. Ketika Wilson bertanya soal kebenaran informasi, bahwa Rusia yang memasok senjata kimia ke Suriah, Hagel menjawab; ”Yah, Rusia memasok mereka. Lainnya memasok mereka dengan senjata-senjata kimia. Mereka membuat beberapa sendiri.”
Belum ada klarifikasi resmi dari Moskow atas tuduhan Hagel itu. Namun, Kementerian Luar Negeri Rusia, dalam waktu yang nyaris bersamaan juga merilis klaim, bahwa proyektil kimia yang digunakan di pedesaan Khan al-Assal, Aleppo, bukan milik tentara Suriah. Temuan dari ahli Rusia itu, diharapkan membuat investigasi PBB lebih akurat.
(esn)