Bibi di China jadi tersangka pencungkil mata bocah 6 tahun
Rabu, 04 September 2013 - 11:57 WIB
Bibi di China jadi tersangka pencungkil mata bocah 6 tahun
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah China menduga, bahwa wanita yang mencungkil mata seorang anak 6 tahun beberapa waktu lalu, adalah bibinya sendiri yang kemudian bunuh diri. Demikian laporan media pemerintah China, Xinhua pada Rabu (4/9/2013).
Polisi di Kota Linfen, Provinsi Shanxi utara, telah menetapkan bibi anak itu yang bernama Zhang Huiying sebagai tersangka. Pasalnya, polisi menemukan ada darah anak itu di pakaian Huiyang. Enam hari setelah anak itu diserang , Zhang bunuh diri dengan melompat ke dalam sumur.
Laporan awal menyebutkan, Guo Bin, bocah laki-laki yang dicungkil matanya itu bersama tersangka, ke arah lapangan pada 24 Agustus 2013. Tersangka, kala itu sudah membawa alat yang diduga untuk mengcungkil bola mata anak itu.
Xinhua tidak menyebutkan motif tindakan kejam tersangka tersebut. Polisi menyimpulkan, fakta yang ditemukan bertentangan dengan komentar awal dari keluarga korban, bahwa kerabat tidak, dan menyebut pelakunya orang dengan logat aneh berambut pirang.
Salah satu penyidik kasus bermarga Liu, saat dihubungi melalui telepon, hanya menjawab seperti laporan Hinxua, tanpa bersedia menjawab pertanyaan lebih lanjut.
Media pemerintah sebelumnya telah meningkatkan kemungkinan bahwa kornea anak itu diambil untuk dijual karena kekurangan donor di China. Tetapi polisi mengatakan bola mata anak itu ditemukan di tempat kejadian, dan bahwa korneanya belum dihapus. Pada saat itu, ayah korban mengatakan kepada The Associated Press, bahwa keluarga benar-benar tidak melihat bola mata korban.
The Yanzhao Metropolis Daily, mengutip keterangan ibu korban, mengatakan, keterangan anaknya itu selau berbeda-beda. ”Anak akan mengatakan satu hal pada awalnya dan kemudian hal lain di kemudian hari. Saya bertanya apakah seperti ini (dia mempraktikkan suatu hal), dan dia berkata, ya,” tulis media Cihina tersebut.
Polisi di Kota Linfen, Provinsi Shanxi utara, telah menetapkan bibi anak itu yang bernama Zhang Huiying sebagai tersangka. Pasalnya, polisi menemukan ada darah anak itu di pakaian Huiyang. Enam hari setelah anak itu diserang , Zhang bunuh diri dengan melompat ke dalam sumur.
Laporan awal menyebutkan, Guo Bin, bocah laki-laki yang dicungkil matanya itu bersama tersangka, ke arah lapangan pada 24 Agustus 2013. Tersangka, kala itu sudah membawa alat yang diduga untuk mengcungkil bola mata anak itu.
Xinhua tidak menyebutkan motif tindakan kejam tersangka tersebut. Polisi menyimpulkan, fakta yang ditemukan bertentangan dengan komentar awal dari keluarga korban, bahwa kerabat tidak, dan menyebut pelakunya orang dengan logat aneh berambut pirang.
Salah satu penyidik kasus bermarga Liu, saat dihubungi melalui telepon, hanya menjawab seperti laporan Hinxua, tanpa bersedia menjawab pertanyaan lebih lanjut.
Media pemerintah sebelumnya telah meningkatkan kemungkinan bahwa kornea anak itu diambil untuk dijual karena kekurangan donor di China. Tetapi polisi mengatakan bola mata anak itu ditemukan di tempat kejadian, dan bahwa korneanya belum dihapus. Pada saat itu, ayah korban mengatakan kepada The Associated Press, bahwa keluarga benar-benar tidak melihat bola mata korban.
The Yanzhao Metropolis Daily, mengutip keterangan ibu korban, mengatakan, keterangan anaknya itu selau berbeda-beda. ”Anak akan mengatakan satu hal pada awalnya dan kemudian hal lain di kemudian hari. Saya bertanya apakah seperti ini (dia mempraktikkan suatu hal), dan dia berkata, ya,” tulis media Cihina tersebut.
(esn)