Lagi, massa pro-Morsi & pasukan Mesir bentrok, 6 tewas
Sabtu, 31 Agustus 2013 - 10:36 WIB
Lagi, massa pro-Morsi & pasukan Mesir bentrok, 6 tewas
A
A
A
Sindonews.com - Setidaknya enam orang tewas dan puluhan lainnya terluka di Mesir, saat pasukan keamanan dan massa pendukung presiden terguling, Mohamed Morsi, bentrok, kemarin (30/8/2013).
Sebelumnya, puluhan ribu aktivis Ikhwanul Muslimin Mesir dan pendukungnya menggelar demonstrasi nasional menentang penumpasan brutal oleh tentara bulan lalu.
Seorang pejabat keamanan Mesir, mengatakan enam orang tewas dan sedikitnya 50 terluka dalam bentrokan itu. Menurut laporan Press TV, dalam insiden itu polisi menembakkan gas air mata kea rah pengunjuk rasa di beberapa wilayah di Kairo. Pejabat itu menyebut, setidaknya 20 demonstran telah ditangkap polisi.
Sementara, dikutip al-Jazeera, Sabtu (31/8/2013), Kementerian Kesehatan setempat, mengatakan enam orang tewas dalam bentrokan antara demonstran dan penduduk lokal. Salah satu bentrokan terjadi di Port Said. Pendukung Morsi mengatakan, bahwa massa dari kelompoknya juga tewas di Zagazig, wilayah Sharqiya .
Tidak hanya dari massa pro-Morsi, satu tentara juga tewas dan dua tentara lainnya luka-luka di Port Said. Pihak militer mengklaim, mereka diserang oleh orang bersenjata tak dikenal semalam.
Pemerintah yang didukung militer telah menangkap sebagian besar para pemimpin Ikhwanul Muslimin Mesir, sejak Morsi digulingkan pada 3 Juli 2013. Kemarin, usai salat Jumat, sekitar 500 demonstran berangkat dari Masjid Sahib Rumi, pusat Kairo dengan meneriakkan yel-yel.
”Bangun, jangan takut, tentara harus pergi!," teriak salah satu demonstran. ”Kementerian Dalam Negeri adalah preman! dan Mesir adalah Islam , bukan sekuler!,” teriak seorang demonstran lainnya.
Sebelumnya, puluhan ribu aktivis Ikhwanul Muslimin Mesir dan pendukungnya menggelar demonstrasi nasional menentang penumpasan brutal oleh tentara bulan lalu.
Seorang pejabat keamanan Mesir, mengatakan enam orang tewas dan sedikitnya 50 terluka dalam bentrokan itu. Menurut laporan Press TV, dalam insiden itu polisi menembakkan gas air mata kea rah pengunjuk rasa di beberapa wilayah di Kairo. Pejabat itu menyebut, setidaknya 20 demonstran telah ditangkap polisi.
Sementara, dikutip al-Jazeera, Sabtu (31/8/2013), Kementerian Kesehatan setempat, mengatakan enam orang tewas dalam bentrokan antara demonstran dan penduduk lokal. Salah satu bentrokan terjadi di Port Said. Pendukung Morsi mengatakan, bahwa massa dari kelompoknya juga tewas di Zagazig, wilayah Sharqiya .
Tidak hanya dari massa pro-Morsi, satu tentara juga tewas dan dua tentara lainnya luka-luka di Port Said. Pihak militer mengklaim, mereka diserang oleh orang bersenjata tak dikenal semalam.
Pemerintah yang didukung militer telah menangkap sebagian besar para pemimpin Ikhwanul Muslimin Mesir, sejak Morsi digulingkan pada 3 Juli 2013. Kemarin, usai salat Jumat, sekitar 500 demonstran berangkat dari Masjid Sahib Rumi, pusat Kairo dengan meneriakkan yel-yel.
”Bangun, jangan takut, tentara harus pergi!," teriak salah satu demonstran. ”Kementerian Dalam Negeri adalah preman! dan Mesir adalah Islam , bukan sekuler!,” teriak seorang demonstran lainnya.
(esn)