Niat Inggris serang Suriah kandas

Jum'at, 30 Agustus 2013 - 09:22 WIB
Niat Inggris serang...
Niat Inggris serang Suriah kandas
A A A
Sindonews.com - Perdana Menteri Inggris, David Cameron telah kehilangan dukungan dalam pemungutan suara parlemen terkait rencananya untuk menyerang Suriah. Dalam pemungutan suara semalam, mayoritas anggota parlemen menolak jika Inggris menyerang Suriah.

Menteri Pertahanan Inggris, Philip Hammond, mengatakan bahwa Inggris tidak akan mengambil bagian dalam aksi militer. ”Saya berharap kami akan membawa argumen (invasi ke Suriah), tetapi kami memahami ada kecurigaan tentang keterlibatan (Inggris) di Timur Tengah,” kata Hammond, dikutip al-Jazeera.

Menurutnya, AS sebagai sekutu utama Inggris, akan kecewa, karena Inggris tidak akan terlibat dalam invasi militer. ”Saya tidak berharap bahwa kurangnya partisipasi Inggris akan menghentikan tindakan apapun (pada Suriah),” ujar Hammond.

Gagalnya upaya Inggris untuk menyerang Suriah, karena tidak didukung parlemen, adalah kekalahan pihak pemerintah yang menakjubkan. Karena jauh hari sebelumnya, Pemerintah Inggris begitu yakin bisa bergabung dengan AS untuk menghukum rezim Presiden Bashar al-Assad atas tuduhan serangan senjata kimia.

Dalam sebuah pernyataan singkat kepada parlemen, Cameron, seperti dikutip BBC, Jumat (30/8/2013) mengatakan, bahwa orang-orang Inggris tidak ingin melihat aksi militer di Suriah. ”Hasil pemungutan suara oleh parlemen Inggris, mencerminkan pandangan, bahwa orang-orang Inggris, tidak ingin melihat aksi militer Inggris."

Kendati demikian, Cameron berupaya melobi kembali parlemen untuk mengubah keputusannya. Tony Travers , direktur departemen pemerintah di London School of Economics , mengatakan, Cameron telah jelas salah perhitungan ketika ia membawa parlemen kembali dalam ambisinya untuk menyerang Suriah.

”Jelas, ini akan dipandang sebagai kekalahan, itu menunjukkan dia punya politik yang salah, baik dengan oposisi dan dengan beberapa anggota partainya sendiri,” kata Travers. ”Ini tidak besar, itu tidak brilian, juga bukan akhir dunia baginya. Dia kehilangan penilaian sebelumnya. Itu tidak selalu menghentikan mereka mengambil tindakan lebih lanjut, tetapi mereka akan harus mulai lagi.”
(esn)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
30 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
1 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
2 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
2 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
4 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved