Gadis 3 tahun di China dibunuh dengan buldozer
Kamis, 29 Agustus 2013 - 13:07 WIB
Gadis 3 tahun di China dibunuh dengan buldozer
A
A
A
Sindonews.com - Seorang gadis tiga tahun dibunuh oleh buldozer, dalam sebuah sengketa tanah di China. Hong Xiaorou, meninggal di bawah jejak kendaraan konstruksi itu, di sebelah rumah keluarga, di Zhangzhou, di provinsi tenggara Fujian.
Menurut ayah korban, Hong Bingsheng, putrinya tewas saat keluarga mencoba untuk mencegah kru konstruksi untuk meratakan paksa bangunan dengan tanah. Kata Hong, para pekerja berencana untuk menargetkan hunian mereka sebagai sasaran penggusuran.
”Saya meminta seorang pejabat dari tim pembongkaran. apa yang lebih penting. Kehidupan manusia atau pembebasan lahan?,” kata Hong kepada AFP, Kamis (29/8/2013). Pejabat itu menjawab: "Pembebasan lahan lebih penting.”
Keluarga mengambil tubuh gadis itu ke kantor pemerintah setempat, untuk memprotes para pejabat. Sebuah foto yang diposting di akun Sina Weibo, mirip akun Twitter versi China, menunjukkan balita tergeletak di atas meja kantor dengan kondisi memar dengan darah mengucur dari kepalanya. Dalam foto itu, seorang perempuan menangis disekitar jenazah gadis itu.
Menurut Hong, pihak keluarga telah melakukan negosiasi terkait kompensasi atas pembebasan tanah mereka. Pembicaraan tersebut dilakukan antara warga dan pengembang proyek. ”Kita hidup di zona berkembang dan mereka ingin memperoleh tanah kami. Kami belum diselesaikan sebuah kesepakatan kompensasi, dan mereka membunuh putriku dengan buldozer,” imbuh Hong.
Pejabat lokal dan polisi membantah rumah keluarga Hong diincar oleh pengembang. ”Tidak ada pembongkaran. Ya, gadis itu meninggal. Tapi ia sengaja dibunuh oleh buldozer ketika mereka meratakan tanah (berdekatan) saat ia menyelinap ke situs bangunan dan bermain di sana,” kata pejabat di kantor Kabupaten Zhangpu, yang menolak menyebutkan namanya.
Menurut ayah korban, Hong Bingsheng, putrinya tewas saat keluarga mencoba untuk mencegah kru konstruksi untuk meratakan paksa bangunan dengan tanah. Kata Hong, para pekerja berencana untuk menargetkan hunian mereka sebagai sasaran penggusuran.
”Saya meminta seorang pejabat dari tim pembongkaran. apa yang lebih penting. Kehidupan manusia atau pembebasan lahan?,” kata Hong kepada AFP, Kamis (29/8/2013). Pejabat itu menjawab: "Pembebasan lahan lebih penting.”
Keluarga mengambil tubuh gadis itu ke kantor pemerintah setempat, untuk memprotes para pejabat. Sebuah foto yang diposting di akun Sina Weibo, mirip akun Twitter versi China, menunjukkan balita tergeletak di atas meja kantor dengan kondisi memar dengan darah mengucur dari kepalanya. Dalam foto itu, seorang perempuan menangis disekitar jenazah gadis itu.
Menurut Hong, pihak keluarga telah melakukan negosiasi terkait kompensasi atas pembebasan tanah mereka. Pembicaraan tersebut dilakukan antara warga dan pengembang proyek. ”Kita hidup di zona berkembang dan mereka ingin memperoleh tanah kami. Kami belum diselesaikan sebuah kesepakatan kompensasi, dan mereka membunuh putriku dengan buldozer,” imbuh Hong.
Pejabat lokal dan polisi membantah rumah keluarga Hong diincar oleh pengembang. ”Tidak ada pembongkaran. Ya, gadis itu meninggal. Tapi ia sengaja dibunuh oleh buldozer ketika mereka meratakan tanah (berdekatan) saat ia menyelinap ke situs bangunan dan bermain di sana,” kata pejabat di kantor Kabupaten Zhangpu, yang menolak menyebutkan namanya.
(esn)