5 orang tewas dalam insiden ambruknya apartemen di India
Rabu, 28 Agustus 2013 - 14:29 WIB
5 orang tewas dalam insiden ambruknya apartemen di India
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya lima orang dilaporkan tewas setelah sebuah apartemen bertingkat empat ambruk di Kota Vadodara, India barat, Rabu (28/8/2013). Demikian diungkapkan Vinod Rao, seorang pejabat administrator senior Kota Vadodara.
"Bangunan milik pemerintah itu ambruk sekitar pukul 4 pagi di Manjalpur, Vadodara," ungkap Rao, seperti dilansir AFP. Rao mengatakan, dalam banguan ini terdapat 14 apartemen.
Proses evakuasi saat ini masih berlangsung, sejauh ini tim penyelamat baru berhasil menyelamatkan delapan orang dari balik reruntuhan banguan.
"Diperkirakan ada sekitar 15 sampai 20 orang terperangkap di balik reruntuhan saat gedung itu ambruk pagi ini," ungkap Rao.
"Selain delapan orang, tim penyelamat juga berhasil mengevakuasi lima mayat," lanjutnya.
Bulan lalu, sebuah hotel bertingkat dua ambruk di Kota Hyderabad, insiden itu menewaskan 13 orang dan melukai 17 orang lainnya.
Beberapa insiden gedung roboh di India jadi sorotan berbagai pihak, karena jeleknya konstruksi bangunan. Kondisi itu dicurigai karena suburnya praktik korupsi, sedangkan permintaan pembangunan perumahan meningkat. Hal itu memicu pemotongan biaya dan kurangnya pengawasan keselamatan.
"Bangunan milik pemerintah itu ambruk sekitar pukul 4 pagi di Manjalpur, Vadodara," ungkap Rao, seperti dilansir AFP. Rao mengatakan, dalam banguan ini terdapat 14 apartemen.
Proses evakuasi saat ini masih berlangsung, sejauh ini tim penyelamat baru berhasil menyelamatkan delapan orang dari balik reruntuhan banguan.
"Diperkirakan ada sekitar 15 sampai 20 orang terperangkap di balik reruntuhan saat gedung itu ambruk pagi ini," ungkap Rao.
"Selain delapan orang, tim penyelamat juga berhasil mengevakuasi lima mayat," lanjutnya.
Bulan lalu, sebuah hotel bertingkat dua ambruk di Kota Hyderabad, insiden itu menewaskan 13 orang dan melukai 17 orang lainnya.
Beberapa insiden gedung roboh di India jadi sorotan berbagai pihak, karena jeleknya konstruksi bangunan. Kondisi itu dicurigai karena suburnya praktik korupsi, sedangkan permintaan pembangunan perumahan meningkat. Hal itu memicu pemotongan biaya dan kurangnya pengawasan keselamatan.
(esn)