Rusia kecewa AS batalkan pertemuan sepihak soal Suriah
Selasa, 27 Agustus 2013 - 13:16 WIB
Rusia kecewa AS batalkan pertemuan sepihak soal Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Rusia kecewa setelah AS secara sepihak membatalkan pertemuan untuk membahas situasi terkini di Suriah, pada Rabu (28/8/2013) besok di Den Haag, Belanda. Sedianya, pertemuan kedua pihak itu untuk merencanakan konferensi perdamaian internasional untuk Suriah.
Kekecewaan Pemerintah Rusia itu, disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Gennady Gatilov Selasa (27/8/2013). Gatilov melalui akun Twitter-nya, menegaskan, bahwa AS telah mengambil keputusan sepihak untuk menunda pertemuan tersebut. ”Ini adalah (keputusan) yang disesalkan,” kata Gatilov, seperti dikutip Reuters.
Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS, dalam sebuah pernyataan, menyatakan, pertemuan dengan Rusia telah dibatalkan. ”Pertemuan itu dibatalkan, kami akan berkonsultasi lebih lanjut untuk memberikan respons yang tepat terhadap serangan senjata kimia di Suriah pada 21 Agustus 2013,” bunyi pernyataan Departemen Luar Negeri AS.
Pertemuan itu, sedianya menjadi ajang pertemuan antara Dubes AS untuk Suriah, Robert Ford, dengan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Gennady Gatilov, dan utusan Rusia lainnya, Mikhail Bogdanov.
”Kami akan bekerja sama dengan rekan-rekan kami dari Rusia untuk menjadwalkan ulang pertemuan itu,” kata seorang pejabat senior AS. Menurutnya, pembicaraan yang komprehensif dibutuhkan untuk mengakhiri pertumpahan darah di Suriah.
Kekecewaan Pemerintah Rusia itu, disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Gennady Gatilov Selasa (27/8/2013). Gatilov melalui akun Twitter-nya, menegaskan, bahwa AS telah mengambil keputusan sepihak untuk menunda pertemuan tersebut. ”Ini adalah (keputusan) yang disesalkan,” kata Gatilov, seperti dikutip Reuters.
Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS, dalam sebuah pernyataan, menyatakan, pertemuan dengan Rusia telah dibatalkan. ”Pertemuan itu dibatalkan, kami akan berkonsultasi lebih lanjut untuk memberikan respons yang tepat terhadap serangan senjata kimia di Suriah pada 21 Agustus 2013,” bunyi pernyataan Departemen Luar Negeri AS.
Pertemuan itu, sedianya menjadi ajang pertemuan antara Dubes AS untuk Suriah, Robert Ford, dengan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Gennady Gatilov, dan utusan Rusia lainnya, Mikhail Bogdanov.
”Kami akan bekerja sama dengan rekan-rekan kami dari Rusia untuk menjadwalkan ulang pertemuan itu,” kata seorang pejabat senior AS. Menurutnya, pembicaraan yang komprehensif dibutuhkan untuk mengakhiri pertumpahan darah di Suriah.
(esn)