Indonesia kecam penggunaan senjata kimia di Suriah
Selasa, 27 Agustus 2013 - 09:25 WIB
Indonesia kecam penggunaan senjata kimia di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, mengatakan, sikap Indonesia dalam konflik di Suriah, jelas, yakni mengecam penggunaan senjata kimia di negara itu. Pasalnya, penggunaan senjata kimia telah mengakibatkan korban warga sipil.
”Masyarakat internasional tidak dapat membiarkan situsi di Suriah semakin memburuk. Jika terbukti adanya penggunaan senjata kimia, ini menandai titik terendah dalam konflik di Suriah,” ujar Marty, saat bertemu Deputi Sekjen PBB, di Markas Besar PBB di New York, Senin (26/8/2013), seperti dikutip situs Kemlu RI, Selasa (27/8/2013).
”Kita perlu memberikan dukungan kepada upaya investigasi PBB atas dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah. Masyarakat internasional perlu memastikan agar pelaku tindakan tidak berperikemanusiaan tersebut mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Marty.
Secara khusus, Menlu RI kembali menegaskan perlunya peran utama PBB, khususnya DK PBB dalam menyelesaikan berbagai situasi yang dapat mengancam perdamaian dan keamanan internasional.
Selain masalah Suriah, Deputi Sekjen PBB menyampaikan penghargaan atas peran Indonesia di kawasan Asia Pasifik, serta peran Indonesia dalam pembahasan kerangka pembangunan global pasca-2015.
Pada kesempatan terpisah, Menlu RI juga telah mengadakan pembicaraan telepon dengan Menlu Turki untuk masalah yang sama.
”Masyarakat internasional tidak dapat membiarkan situsi di Suriah semakin memburuk. Jika terbukti adanya penggunaan senjata kimia, ini menandai titik terendah dalam konflik di Suriah,” ujar Marty, saat bertemu Deputi Sekjen PBB, di Markas Besar PBB di New York, Senin (26/8/2013), seperti dikutip situs Kemlu RI, Selasa (27/8/2013).
”Kita perlu memberikan dukungan kepada upaya investigasi PBB atas dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah. Masyarakat internasional perlu memastikan agar pelaku tindakan tidak berperikemanusiaan tersebut mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Marty.
Secara khusus, Menlu RI kembali menegaskan perlunya peran utama PBB, khususnya DK PBB dalam menyelesaikan berbagai situasi yang dapat mengancam perdamaian dan keamanan internasional.
Selain masalah Suriah, Deputi Sekjen PBB menyampaikan penghargaan atas peran Indonesia di kawasan Asia Pasifik, serta peran Indonesia dalam pembahasan kerangka pembangunan global pasca-2015.
Pada kesempatan terpisah, Menlu RI juga telah mengadakan pembicaraan telepon dengan Menlu Turki untuk masalah yang sama.
(esn)