Pejabat AS: Tak ragu rezim Assad pakai senjata kimia
Senin, 26 Agustus 2013 - 09:54 WIB
Pejabat AS: Tak ragu rezim Assad pakai senjata kimia
A
A
A
Sindonews.com – Seorang pejabat AS mengatakan, informasi dari intelijen AS dan asing, menyatakan, hampir tidak ada keraguan lagi, jika senjata kimia digunakan pasukan Bashar al-Assad di Suriah. Sebelumnya Washington sudah mengisyaratkan menempuh opsi militer, setelah ada laporan penggunaan senjata kimia itu.
Seorang pejabat yang tidak berwenang berbicara kepada publik mengatakan, laporan intelijen itu merujuk pada jumlah korban dan gejala yang dialami para korban serangan di dekat Damaskus, Rabu pekan lalu. ”Hampir tidak ada keraguan pada titik ini, bahwa senjata kimia digunakan oleh rezim Suriah terhadap warga sipil dalam insiden ini,” kata pejabat itu, seperti dikutip CNN, Senin (26/8/2013).
Menurut pejabat itu, Washington telah mencatat bahwa Suriah telah memberikan kesempatan kepada Inspektur PBB untuk melihat lokasi serangan senjata kimia seperti yang dituduhkan. Inspeksi, akan dilakukan hari ini. Namun, pejabat itu menyebut kesempatan yang diberikan kepada Inspektur PBB itu sedikit terlambat.
”Jika pemerintah Suriah tidak menyembunyikan apa pun, dan ingin membuktikan kepada dunia bahwa mereka tidak menggunakan senjata kimia dalam insiden ini, mereka akan menghentikan serangannya di daerah itu, dan memberikan akses ke PBB lima hari yang lalu,” kata pejabat tersebut.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Suriah, Walid Moualem mengatakan, Pemerintah Suriah akan mengizinkan tim penyidik senjata kimia PBB meninjau lokasi serangan senjata kimia yang telah menewaskan ratusan warga Suriah di dekat Damaskus.”Kami sedang mendiskusikan persiapan kunjungan ini dengan tim penyidik senjata kimia PBB,” kata Moualem, kemarin.
Seorang pejabat yang tidak berwenang berbicara kepada publik mengatakan, laporan intelijen itu merujuk pada jumlah korban dan gejala yang dialami para korban serangan di dekat Damaskus, Rabu pekan lalu. ”Hampir tidak ada keraguan pada titik ini, bahwa senjata kimia digunakan oleh rezim Suriah terhadap warga sipil dalam insiden ini,” kata pejabat itu, seperti dikutip CNN, Senin (26/8/2013).
Menurut pejabat itu, Washington telah mencatat bahwa Suriah telah memberikan kesempatan kepada Inspektur PBB untuk melihat lokasi serangan senjata kimia seperti yang dituduhkan. Inspeksi, akan dilakukan hari ini. Namun, pejabat itu menyebut kesempatan yang diberikan kepada Inspektur PBB itu sedikit terlambat.
”Jika pemerintah Suriah tidak menyembunyikan apa pun, dan ingin membuktikan kepada dunia bahwa mereka tidak menggunakan senjata kimia dalam insiden ini, mereka akan menghentikan serangannya di daerah itu, dan memberikan akses ke PBB lima hari yang lalu,” kata pejabat tersebut.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Suriah, Walid Moualem mengatakan, Pemerintah Suriah akan mengizinkan tim penyidik senjata kimia PBB meninjau lokasi serangan senjata kimia yang telah menewaskan ratusan warga Suriah di dekat Damaskus.”Kami sedang mendiskusikan persiapan kunjungan ini dengan tim penyidik senjata kimia PBB,” kata Moualem, kemarin.
(esn)