al-Qaeda salahkan Hizbullah atas bom kembar di Tripoli
Sabtu, 24 Agustus 2013 - 17:17 WIB
al-Qaeda salahkan Hizbullah atas bom kembar di Tripoli
A
A
A
Sindonews.com – Kelompok al-Qaeda cabang Afrika Utara menyalahkan kelompok militan Muslim Syiah Hizbullah Libanon, atas serangan bom mobil kembar yang mengguncang kota utara Tripoli, kemarin. Serangan bom kembar di dekat masjid itu, menewaskan 42 orang.
Komentar al-Qaeda itu, dikutip situs pemantau intelijen yang berbasis di AS, SITE, pada Sabtu (24/8/2013). Meskipun al-Qaeda di Maghreb Islam, atau AQIM, tidak beroperasi di Libanon, pernyataannya itu telah menunjukkan kebencian yang besar terhadap kelompok militan Hizbullah.
AQIM melalui media Twitter, menuduh Hizbullah yang didukung Iran, sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas serangan mematikan di Tripoli tersebut. ”Itu pesta keji, harus tahu bahwa itu akan mendapat balasan segera,” kata AQIM, menurut SITE, seperti dikutip Reuters.
Hizbullah, yang pernah dipuji oleh kelompok Muslim Sunni dan kelompok Muslim Syiah, saat perang melawan Israel, kini mulai kehilangan dukungan, sejak Hizbullah bergabung dengan pasukan Presiden Bashar al-Assad. Kelompok militan itu ikut memerangi pemberontak Suriah yang mayoritas dari kaum Sunni.
Ledakan di Tripoli, di area 70 km dari Ibu Kota Beirut, adalah serangan yang terbesar dan paling mematikan di sana, sejak akhir perang sipil Libanon. Serangan bom kembar kemarin hanya berselang seminggu setelah bom mobil mengguncang di sebuah distrik yang dihuni kaum Syiah Beirut, yang menewaskan 24 orang.
”Kita tahu dengan pasti, bahwa di balik tindakan menyedihkan ini dilakukan oleh tangan keji Rafidah Hizbullah, yang berdiri berdampingan dengan Bashar al-Assad di Suriah,” bunyi tweet AQIM, seperti dikutip SITE.
Komentar al-Qaeda itu, dikutip situs pemantau intelijen yang berbasis di AS, SITE, pada Sabtu (24/8/2013). Meskipun al-Qaeda di Maghreb Islam, atau AQIM, tidak beroperasi di Libanon, pernyataannya itu telah menunjukkan kebencian yang besar terhadap kelompok militan Hizbullah.
AQIM melalui media Twitter, menuduh Hizbullah yang didukung Iran, sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas serangan mematikan di Tripoli tersebut. ”Itu pesta keji, harus tahu bahwa itu akan mendapat balasan segera,” kata AQIM, menurut SITE, seperti dikutip Reuters.
Hizbullah, yang pernah dipuji oleh kelompok Muslim Sunni dan kelompok Muslim Syiah, saat perang melawan Israel, kini mulai kehilangan dukungan, sejak Hizbullah bergabung dengan pasukan Presiden Bashar al-Assad. Kelompok militan itu ikut memerangi pemberontak Suriah yang mayoritas dari kaum Sunni.
Ledakan di Tripoli, di area 70 km dari Ibu Kota Beirut, adalah serangan yang terbesar dan paling mematikan di sana, sejak akhir perang sipil Libanon. Serangan bom kembar kemarin hanya berselang seminggu setelah bom mobil mengguncang di sebuah distrik yang dihuni kaum Syiah Beirut, yang menewaskan 24 orang.
”Kita tahu dengan pasti, bahwa di balik tindakan menyedihkan ini dilakukan oleh tangan keji Rafidah Hizbullah, yang berdiri berdampingan dengan Bashar al-Assad di Suriah,” bunyi tweet AQIM, seperti dikutip SITE.
(esn)