Tim keamanan AS akan diskusi soal opsi militer di Suriah
Sabtu, 24 Agustus 2013 - 09:39 WIB
Tim keamanan AS akan diskusi soal opsi militer di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Penasihat keamanan Presiden Barack Obama akan bersidang di Gedung Putih akhir pekan ini. Tujuannya, untuk mendiskusikan pilihan AS, termasuk kemungkinan melakukan aksi militer terhadap Pemerintah Suriah setelah ada laporan penggunaan senjata kimia di sana.
Rencana diskusi itu, disampaikan seorang pejabat AS pada Jumat (23/8/2013), kemarin. Menurut pejabat itu, seperti dikutip Reuters, Sabtu (24/8/2013), jika Obama mengambil keputusan dalam pertemuan tingkat tinggi itu, kemungkinan akan menjadi kebijakan luar negeri sesi pertama, sejak muncul laporan penggunaan senjata kimia di Suriah yang diklaim oposisi anti-Presiden Bashar al-Assad telah menewaskan 1.300 orang.
Tetapi pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan, apa pun keputusan AS terhadap Suriah akan keluar usai diskusi itu.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, saat berkunjung ke Malaysia, kemarin, mengatakan, AS telah menempatkan pasukan Angkatan Laut (AL) dan peralatannya, untuk aksi militer di Suriah. Penempatan pasukan AL itu, untuk menyikapi setiap keputusan Presiden Barack Obama yang mengisyaratkan akan melakukan aksi militer di Suriah.
Isyarat itu, menyusul laporan adanya penggunaan sejata kimia di negara itu. Seperti diketahui, pihak oposisi mengklaim sekitar 1.300 orang terbunuh yang diduga akibat penggunaan senjata kimia yang dilakukan pasukan Presiden Bashar al-Assad, pada Rabu lalu.
Pemerintah Assad sendiri telah berulang kali menepis tudingan itu. Pihak Assad menuding balik, isu penggunaan senjata kimia di Suriah sengaja digulirkan pihak oposisi untuk mengacaukan kerja tim inspeksi PBB di negara itu.
”Departemen Pertahanan memiliki tanggung jawab untuk mengantisipasi pilihan yang akan diambil presiden, termasuk semua kemungkinan,” kata Hagel.
Rencana diskusi itu, disampaikan seorang pejabat AS pada Jumat (23/8/2013), kemarin. Menurut pejabat itu, seperti dikutip Reuters, Sabtu (24/8/2013), jika Obama mengambil keputusan dalam pertemuan tingkat tinggi itu, kemungkinan akan menjadi kebijakan luar negeri sesi pertama, sejak muncul laporan penggunaan senjata kimia di Suriah yang diklaim oposisi anti-Presiden Bashar al-Assad telah menewaskan 1.300 orang.
Tetapi pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan, apa pun keputusan AS terhadap Suriah akan keluar usai diskusi itu.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, saat berkunjung ke Malaysia, kemarin, mengatakan, AS telah menempatkan pasukan Angkatan Laut (AL) dan peralatannya, untuk aksi militer di Suriah. Penempatan pasukan AL itu, untuk menyikapi setiap keputusan Presiden Barack Obama yang mengisyaratkan akan melakukan aksi militer di Suriah.
Isyarat itu, menyusul laporan adanya penggunaan sejata kimia di negara itu. Seperti diketahui, pihak oposisi mengklaim sekitar 1.300 orang terbunuh yang diduga akibat penggunaan senjata kimia yang dilakukan pasukan Presiden Bashar al-Assad, pada Rabu lalu.
Pemerintah Assad sendiri telah berulang kali menepis tudingan itu. Pihak Assad menuding balik, isu penggunaan senjata kimia di Suriah sengaja digulirkan pihak oposisi untuk mengacaukan kerja tim inspeksi PBB di negara itu.
”Departemen Pertahanan memiliki tanggung jawab untuk mengantisipasi pilihan yang akan diambil presiden, termasuk semua kemungkinan,” kata Hagel.
(esn)