PM Turki: Operasi militer terus berlanjut sampai militan PKK mundur
Jum'at, 23 Agustus 2013 - 22:50 WIB
PM Turki: Operasi militer terus berlanjut sampai militan PKK mundur
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan pada Jumat (23/8/2013), bahwa negaranya tidak akan mengakhiri operasi militer terhadap kelompok terlarang, Partai Pekerja Kurdi (PKK), sampai kelompok itu menarik diri dari wilayah Turki.
"Kami tidak akan pernah berhenti melakukan operasi, kecuali PKK meletakkan senjata mereka," kata Erdogan. “Letakan senjata, dan (kemudian) operasi akan berhenti," tegas Erdogan, seperti dikutip dari kantor berita Anatolia.
Erdogan menambahkan, bahwa sekitar 15 persen dari anggota militan PKK telah ditarik dari tanah Turki dan pindah ke wilayah Irak utara. Langkah ini adalah imbas dari perundingan damai yang dilakukan Pemerintah Turki dengan pemimpin PKK yang saat ini berada di dalam penjara, Abdullah Ocalan.
Perundingan damai ini dimulai pada Oktober tahun lalu, yang berbuntut pada pengumuman gencatan senjata dan penarikan anggota PKK dari wilayah Turki pada Maret. Pada awal Mei, gelombang pertama para pejuang PKK keluar dari wilayah Turki dan kembali ke benteng-benteng mereka di Irak utara.
PKK, yang dimasukan ke dalam daftar organisasi teroris oleh Turki dan beberapa negara lain, mengangkat senjata pada tahun 1984 dalam upaya untuk menciptakan wilayah otonomi di Turki tenggara.
"Kami tidak akan pernah berhenti melakukan operasi, kecuali PKK meletakkan senjata mereka," kata Erdogan. “Letakan senjata, dan (kemudian) operasi akan berhenti," tegas Erdogan, seperti dikutip dari kantor berita Anatolia.
Erdogan menambahkan, bahwa sekitar 15 persen dari anggota militan PKK telah ditarik dari tanah Turki dan pindah ke wilayah Irak utara. Langkah ini adalah imbas dari perundingan damai yang dilakukan Pemerintah Turki dengan pemimpin PKK yang saat ini berada di dalam penjara, Abdullah Ocalan.
Perundingan damai ini dimulai pada Oktober tahun lalu, yang berbuntut pada pengumuman gencatan senjata dan penarikan anggota PKK dari wilayah Turki pada Maret. Pada awal Mei, gelombang pertama para pejuang PKK keluar dari wilayah Turki dan kembali ke benteng-benteng mereka di Irak utara.
PKK, yang dimasukan ke dalam daftar organisasi teroris oleh Turki dan beberapa negara lain, mengangkat senjata pada tahun 1984 dalam upaya untuk menciptakan wilayah otonomi di Turki tenggara.
(esn)