Pasukan pemberontak Suriah yang dilatih Barat bergerak ke Damaskus
Jum'at, 23 Agustus 2013 - 19:47 WIB
Pasukan pemberontak Suriah yang dilatih Barat bergerak ke Damaskus
A
A
A
Sindonews.com - Pemberontak Suriah yang dilatih oleh dunia Barat dillaporkan mulai bergerak menuju Damaskus sejak pertengahan Agustus, demikian dilaporkan Le Figaro, surat kabar Prancis, Kamis, (22/8/2013).
Le Figaro menduga, inilah alasan kuat mengapa Pemerintah Suriah melancarkan serangan yang diduga serangan kimia di daerah yang dikuasai pemberontak di pedesaan timur Damaskus.
Menurut Le Figaro, pemberontak ini telah dilatih selama beberapa bulan si sebuah kamp pelatihan di perbatasan Yordania-Suriah oleh agen CIA, Yordania dan pasukan Komando Israel. Kelompok pertama yang berjumlah 300 orang tergabung dalam kelompok tentara pembebasan Suriah mulai masuk ke Deraa, wilayah perbatasan Suriah pada 17 Agustus lalu, sementara kelompok kedua masuk ke wilayah yang sama pada 19 Agustus lalu.
Mengutip analisa seorang pengamat studis trategis dari Institut Prancis, dikabarkan kelompok pemberontak terlatih itu telah melewati Ghouta dan dalam perjalanan menuju Damaskus.
Jika kabar ini memang terjadi, maka akan membenarkan laporan Los Angeles Times pada Juni lalu, bahwa CIA dan satuan khusus unit operasi AS telah melatih tentara pembebasan Suriah untuk mengunakan senjata anti tank dan anti pesawat sejak 2012 lalu. Latihan itu, kabarnya terjadi di pangkalan rahasia militer di Yordania dan Turki.
Seperti diketahui, kelompok oposisi utama di Suriah telah melansir klaim terbaru bahwa jumlah korban tewas yang diduga akibat serangan bom kimia. Menurut mereka, jumlah korban tewas hingga Kamis (22/8/2013), mencapai 1.300 orang. Sementara, Pemerintah Presiden Bashar al-Assad berkali-kali menepis tudingan penggunaan senjata kimia seperti yang dituduhkan para aktivis dan oposisi.
Pemerintah menyebut, tuduhan itu sebagai propaganda kotor untuk menyesatkan tim penyelidik PBB yang akan mejalankan misinya di Suriah.
Le Figaro menduga, inilah alasan kuat mengapa Pemerintah Suriah melancarkan serangan yang diduga serangan kimia di daerah yang dikuasai pemberontak di pedesaan timur Damaskus.
Menurut Le Figaro, pemberontak ini telah dilatih selama beberapa bulan si sebuah kamp pelatihan di perbatasan Yordania-Suriah oleh agen CIA, Yordania dan pasukan Komando Israel. Kelompok pertama yang berjumlah 300 orang tergabung dalam kelompok tentara pembebasan Suriah mulai masuk ke Deraa, wilayah perbatasan Suriah pada 17 Agustus lalu, sementara kelompok kedua masuk ke wilayah yang sama pada 19 Agustus lalu.
Mengutip analisa seorang pengamat studis trategis dari Institut Prancis, dikabarkan kelompok pemberontak terlatih itu telah melewati Ghouta dan dalam perjalanan menuju Damaskus.
Jika kabar ini memang terjadi, maka akan membenarkan laporan Los Angeles Times pada Juni lalu, bahwa CIA dan satuan khusus unit operasi AS telah melatih tentara pembebasan Suriah untuk mengunakan senjata anti tank dan anti pesawat sejak 2012 lalu. Latihan itu, kabarnya terjadi di pangkalan rahasia militer di Yordania dan Turki.
Seperti diketahui, kelompok oposisi utama di Suriah telah melansir klaim terbaru bahwa jumlah korban tewas yang diduga akibat serangan bom kimia. Menurut mereka, jumlah korban tewas hingga Kamis (22/8/2013), mencapai 1.300 orang. Sementara, Pemerintah Presiden Bashar al-Assad berkali-kali menepis tudingan penggunaan senjata kimia seperti yang dituduhkan para aktivis dan oposisi.
Pemerintah menyebut, tuduhan itu sebagai propaganda kotor untuk menyesatkan tim penyelidik PBB yang akan mejalankan misinya di Suriah.
(esn)