PLO ancam gagalkan dialog damai Israel & Palestina
Kamis, 22 Agustus 2013 - 15:31 WIB
PLO ancam gagalkan dialog damai Israel & Palestina
A
A
A
Sindonews.com – Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengatakan, pembangunan permukiman yang dilakukan Israel secara meluas, menjadi taktik negara itu untuk mengagalkan pembentukan negara Palestina. PLO mengancam akan merusak pembicaraan damai Israel dan Palestina yang masih baru itu, jika rencana pembangunan permukiman di Tepi Barat itu berjalan terus.
”Ini bukan hanya titik pada peta,” kata komite eksekutif PLO, Hanan Ashrawi, kemarin, merujuk rencana proyek ribuan rumah baru yang dilakukan pemerintah Israel, seperti dikutip Fox News. ”Ini adalah tindakan yang disengaja untuk mencegah pembentukan negara Palestina.”
”Jika Israel menjalankan rencana ini, kita akan dipaksa mereka untuk menempuh jalan lain di proses peradilan internasional, melalui lembaga-lembaga internasional,” lanjut Ashrawi.
Perunding Israel dan Palestina mengadakan pertemuan baru di Yerusalem beberapa hari lalu, sebagai tindak lanjut pertemuan awal di Washington, akhir bulan lalu. ”Belum ada terobosan dan tidak ada kesepakatan. Diskusi belum spesifik,” ujar Ashrawi mengomentari perundingan damai di Yerusalem tersebut.
Ashrawi memperingatkan, bahwa pembangunan permukiman Israel itu, akan memicu PLO untuk menggagalkan upaya penciptaan perdamaian di wilayah Timur Tengah tersebut.
”Kami tidak siap untuk membuat kesalahan yang sama, dengan mengadakan pembicaraan untuk kepentingan mereka sendiri. Karena yang dilakukan Israel merupakan tindakan sepihak, seperti halnya pembangunan permukiman itu,” imbuh dia.
Dia mendesak Amerika Serikat untuk mengambil sikap tegas terhadap proyek pemukiman Israel, seperti yang pernah dilakukan Uni Eropa. ”Pedoman UE hanyalah peringatan awal untuk Israel. Kami menyerukan kepada semua negara-negara lain untuk mengawasi Israel.”
”Ini bukan hanya titik pada peta,” kata komite eksekutif PLO, Hanan Ashrawi, kemarin, merujuk rencana proyek ribuan rumah baru yang dilakukan pemerintah Israel, seperti dikutip Fox News. ”Ini adalah tindakan yang disengaja untuk mencegah pembentukan negara Palestina.”
”Jika Israel menjalankan rencana ini, kita akan dipaksa mereka untuk menempuh jalan lain di proses peradilan internasional, melalui lembaga-lembaga internasional,” lanjut Ashrawi.
Perunding Israel dan Palestina mengadakan pertemuan baru di Yerusalem beberapa hari lalu, sebagai tindak lanjut pertemuan awal di Washington, akhir bulan lalu. ”Belum ada terobosan dan tidak ada kesepakatan. Diskusi belum spesifik,” ujar Ashrawi mengomentari perundingan damai di Yerusalem tersebut.
Ashrawi memperingatkan, bahwa pembangunan permukiman Israel itu, akan memicu PLO untuk menggagalkan upaya penciptaan perdamaian di wilayah Timur Tengah tersebut.
”Kami tidak siap untuk membuat kesalahan yang sama, dengan mengadakan pembicaraan untuk kepentingan mereka sendiri. Karena yang dilakukan Israel merupakan tindakan sepihak, seperti halnya pembangunan permukiman itu,” imbuh dia.
Dia mendesak Amerika Serikat untuk mengambil sikap tegas terhadap proyek pemukiman Israel, seperti yang pernah dilakukan Uni Eropa. ”Pedoman UE hanyalah peringatan awal untuk Israel. Kami menyerukan kepada semua negara-negara lain untuk mengawasi Israel.”
(esn)