Pasca ancaman al-Qaeda, AS buka kembali Kedutaanya di Yaman
Rabu, 21 Agustus 2013 - 17:43 WIB
Pasca ancaman al-Qaeda, AS buka kembali Kedutaanya di Yaman
A
A
A
Sindonews.com - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) dalam sebuah pernyataan mengatakan, Kedutaan AS di Yaman telah kembali beroperasi seperti semula, Selasa (20/8/2013). Pembukaan itu terjadi dua pekan pasca munculnya ancaman teror al-Qaeda.
"Kedutaan AS di Sanaa kembali dibuka, tapi hanya untuk memberikan pelayanan publik terbatas," ungkap isi pernyataan Kedutaan AS di Sanaa, Yaman.
Kedutaan AS di Sanaa adalah salah satu dari 19 konsulat dan kedutaan besar AS di di Timur Tengah, Afrika Utara dan sekitarnya, yang ditutup pada Minggu 4 Agustus lalu. Menurut para pejabat AS, pemerintah memiliki informasi, bahwa anggota al Qaeda di Semenanjung Arab, sudah di tahap akhir untuk merencanakan serangan tak terduga.
Salah satu sumber mengatakan, bahwa persiapan seperti itu telah meningkat dalam beberapa hari terakhir mendekati habisnya bulan Ramadan. ”Itu semua membuat kita percaya, bahwa sesuatu saat bisa terjadi dalam waktu dekat,” kata pejabat itu.
Pemerintah Yaman sebelumnya mengklaim telah menggagalkan upaya serangan tak terduga, selain itu sudah ada beberapa laporan bahwa serangan drone (pesawat tak berawak) AS di Yaman telah menewaskan sejumlah militan.
"Kedutaan AS di Sanaa kembali dibuka, tapi hanya untuk memberikan pelayanan publik terbatas," ungkap isi pernyataan Kedutaan AS di Sanaa, Yaman.
Kedutaan AS di Sanaa adalah salah satu dari 19 konsulat dan kedutaan besar AS di di Timur Tengah, Afrika Utara dan sekitarnya, yang ditutup pada Minggu 4 Agustus lalu. Menurut para pejabat AS, pemerintah memiliki informasi, bahwa anggota al Qaeda di Semenanjung Arab, sudah di tahap akhir untuk merencanakan serangan tak terduga.
Salah satu sumber mengatakan, bahwa persiapan seperti itu telah meningkat dalam beberapa hari terakhir mendekati habisnya bulan Ramadan. ”Itu semua membuat kita percaya, bahwa sesuatu saat bisa terjadi dalam waktu dekat,” kata pejabat itu.
Pemerintah Yaman sebelumnya mengklaim telah menggagalkan upaya serangan tak terduga, selain itu sudah ada beberapa laporan bahwa serangan drone (pesawat tak berawak) AS di Yaman telah menewaskan sejumlah militan.
(esn)