Serangan bom kimia di dekat Damaskus, 213 orang tewas
Rabu, 21 Agustus 2013 - 15:09 WIB
Serangan bom kimia di dekat Damaskus, 213 orang tewas
A
A
A
Sindonews.com - Aktivis Suriah menuduh pasukan Presiden Bashar al-Assad meluncurkan serangan bom kimia berupa gas saraf, ke wilayah dekat Damaskus pada Rabu (21/8/2013). Seorang juru rawat menyebut, korban tewas mencapai 213 orang.
Para aktivis mengatakan, serangan dilakukan dengan roket berbahan kimia, di pinggiran kota Ain Tarma, Zamalka dan Jobar, di wilayah Ghouta. Bayan Baker, seorang perawat di fasilitas darurat Douma, mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan itu, mencapai 213 orang.
”Banyak korban adalah perempuan dan anak-anak. Mereka tiba dengan pupil melebar, dan keluar busa dingin di mulut mereka. Para dokter mengatakan ini adalah gejala khas dari gas saraf,” kata Baker, seperti dikutip Reuters.
Salah satu foto, katanya, diambil oleh aktivis di Douma. Foto itu menunjukkan tubuh sekitar 16 anak dan tiga orang dewasa memakai seragam tempur, diletakkan di lantai ruang medis, tempat penyimpanan para jenazah.
Belum ada komentar dari pihak berwenang Suriah, yang telah membantah telah menggunakan senjata kimia dalam perang saudara yang sudah berlangsung dua tahun di negara itu. Insiden itu terjadi saat kunjungan ke Damaskus dari PBB tim senjata kimia menyelidiki kemungkinan penggunaan kimia agen di Suriah.
Para aktivis mengatakan, serangan dilakukan dengan roket berbahan kimia, di pinggiran kota Ain Tarma, Zamalka dan Jobar, di wilayah Ghouta. Bayan Baker, seorang perawat di fasilitas darurat Douma, mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan itu, mencapai 213 orang.
”Banyak korban adalah perempuan dan anak-anak. Mereka tiba dengan pupil melebar, dan keluar busa dingin di mulut mereka. Para dokter mengatakan ini adalah gejala khas dari gas saraf,” kata Baker, seperti dikutip Reuters.
Salah satu foto, katanya, diambil oleh aktivis di Douma. Foto itu menunjukkan tubuh sekitar 16 anak dan tiga orang dewasa memakai seragam tempur, diletakkan di lantai ruang medis, tempat penyimpanan para jenazah.
Belum ada komentar dari pihak berwenang Suriah, yang telah membantah telah menggunakan senjata kimia dalam perang saudara yang sudah berlangsung dua tahun di negara itu. Insiden itu terjadi saat kunjungan ke Damaskus dari PBB tim senjata kimia menyelidiki kemungkinan penggunaan kimia agen di Suriah.
(esn)