Ini cerita mengerikan di kamp penjara Korut

Rabu, 21 Agustus 2013 - 11:29 WIB
Ini cerita mengerikan...
Ini cerita mengerikan di kamp penjara Korut
A A A
Sindonews.com - Mantan tahanan yang pernah dihukum di kamp penjara Korea Utara (Korut) membeberkan berbagai tindakan mengerikan di kamp itu, dalam sidangpenyelidikan PBB. Salah satu cerita sadis, adalah ada seorang tahanan wanita yang dipaksa membunuh bayinya sendiri.

Penyelidikan, dipimpin oleh mantan Hakim Tinggi Australia Michael Kirby. Ia adalah orang pertama yang meneliti berbagai pelanggaran hak asasi manusia di Korut.

Seorang mantan tahanan, Jee-Heon, 34, dalam sebuah sidang, mengungkapkan, bahwa saat berada di kamp penjara, ada seorang ibu yang dipaksa menenggelamkan bayinya sendiri. ”Ini adalah pertama kalinya saya melihat bayi yang baru lahir dan saya merasa senang,” katanya, seperti dikutip news.com.au, Rabu (21/8/2013).

”Tapi tiba-tiba ada seorang penjaga keamanan datang dan mengatakan kepada ibu itu, untuk mencelupkan bayinya ke penampungan air. Sang ibu memohon, tapi ia (petugas) terus memukulinya. Jadi ibu itu dengan tangannya yang gemetar mencelupkan wajah bayinya ke dalam air. (Bayi) itu berhanti menangis, dan muncul gelembung udara,” bebernya.

Jee dipenjara pada tahun 1999. Sama seperi narapidana lainnya, ia nyaris tidak makan berhari-hari. ”Semua orang matanya cekung. Mereka semua tampak seperti hewan,” ucapnya.

”Katak digantung dari kancing kain mereka. Mereka makan katak asin dan begitu juga saya,” imbuh Jee yang dipenjara, karena menjadi pembelot Korut.

Pembelot lain, Shin Dong-hyuk, dipaksa menyaksikan eksekusi ibu dan kakaknya sendiri. Shin, yang lahir di kamp penjara, mendengar anggota keluarganya berencana untuk melarikan diri, namun gagal.

Tidak hanya para tahanan yang mendapat siksaan keji. Salah seorang penjaga penjara, bermarga Shin jarinya dipotong, gara-gara menjatuhkan sebuah mesin jahit. ”Semula saya pikir seluruh tangan saya akan dipotong sampai pergelangan tangan, jadi saya merasa bersyukur dan berterima kasih bahwa hanya jari saya yang dipotong,” kata Shin.

Reuters melaporkan, ada 150 ribu hingga 200 ribu orang terjebak di Korut dan ditahan di kamp-kamp penjara di sana. Sidang yang dilakukan PBB itu, digelar di Ibu Kota Korea Selatan, Seoul. Hanya beberapa puluh orang yang menghadiri sidang.
(esn)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Siap Perang Lawan Korsel,...
Siap Perang Lawan Korsel, 1,4 Juta Anak Muda Korut Daftar Tentara
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Malaysia-Korea Utara...
Malaysia-Korea Utara Putus Hubungan Diplomatik
Korea Selatan Beri Sanksi...
Korea Selatan Beri Sanksi pada Korea Utara
Kim Jong Un Cek Pabrik...
Kim Jong Un Cek Pabrik Militer Korut, Ada Rudal Taktis
Berita Terkini
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
57 menit yang lalu
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
1 jam yang lalu
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
2 jam yang lalu
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
3 jam yang lalu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
4 jam yang lalu
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved