Turki tuding Israel berada di balik pemecatan Morsi
Selasa, 20 Agustus 2013 - 21:05 WIB
Turki tuding Israel berada di balik pemecatan Morsi
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, menuduh Israel sebagai pihak yang mendukung militer Israel melakukan pemecatan terhadap Presiden Mesir terguling Mohammed Morsi, bulan lalu
"Apa yang mereka katakan tentang Mesir: Demokrasi bukanlah pemungutan suara. Siapa dalang di balik semua ini? Israel," ungkap Erdogan. "Kami punya bukti," jelas Erdogan, yang kemudian mengutip ungkapan dan komentar Menteri Kehakiman Israel yang hadir dalam forum Prancis pada 2011 lalu. Pejabat itu mengatakan, Morsi yang berasal dari Ikhwanul Muslimin tidak akan dibiarkan berkuasa, sekalipun dia berhasil memenangkan pemilu.
Turki adalah salah satu dari beberapa negara yang sangat mengutuk apa yang disebut "kudeta yang tidak dapat diterima", setelah militer Mesir menggulingkan Morsi pada 3 Juli lalu. Erdogan kemudian mengecam Barat karena gagal dan tidak menyebut aksi yang dilakukan oleh militer terhadap Morsi sebagai bentuk kudeta militer. Menurutnya, kudeta militer terhadap Morsi mencerminkan sikap yang anti-demokrasi.
Erdogan juga sangat tidak terima dengan aksi pembantaian yang telah menewaskan ratusan warga Mesir, geram karena seruannya untuk menyudahi pembantaian di Mesir kepada pemerintah Mesir bahkan Dewan Keamanan PBB dan Liga Arab diacuhkan pemerintah Turki memutuskan menarik Duta besarnya dari Kairo.
"Apa yang mereka katakan tentang Mesir: Demokrasi bukanlah pemungutan suara. Siapa dalang di balik semua ini? Israel," ungkap Erdogan. "Kami punya bukti," jelas Erdogan, yang kemudian mengutip ungkapan dan komentar Menteri Kehakiman Israel yang hadir dalam forum Prancis pada 2011 lalu. Pejabat itu mengatakan, Morsi yang berasal dari Ikhwanul Muslimin tidak akan dibiarkan berkuasa, sekalipun dia berhasil memenangkan pemilu.
Turki adalah salah satu dari beberapa negara yang sangat mengutuk apa yang disebut "kudeta yang tidak dapat diterima", setelah militer Mesir menggulingkan Morsi pada 3 Juli lalu. Erdogan kemudian mengecam Barat karena gagal dan tidak menyebut aksi yang dilakukan oleh militer terhadap Morsi sebagai bentuk kudeta militer. Menurutnya, kudeta militer terhadap Morsi mencerminkan sikap yang anti-demokrasi.
Erdogan juga sangat tidak terima dengan aksi pembantaian yang telah menewaskan ratusan warga Mesir, geram karena seruannya untuk menyudahi pembantaian di Mesir kepada pemerintah Mesir bahkan Dewan Keamanan PBB dan Liga Arab diacuhkan pemerintah Turki memutuskan menarik Duta besarnya dari Kairo.
(esn)