Yordania diminta tidak batasi gelombang pengungsi dari Suriah
Selasa, 20 Agustus 2013 - 21:03 WIB
Yordania diminta tidak batasi gelombang pengungsi dari Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Amnesti International mendesak pemerintah Yordania tidak menolak penduduk Suriah yang melarikan diri dari perang. Sebab, banyak keluarga termasuk anak-anak telah menunggu di perbatasan selama beberapa hari terakhir, Selasa (20/8/2013).
Sejak awal konflik berkecamuk di Suriah pada Maret 2011, sudah banyak warga Suriah melintasi ke perbatasan Yordania, hingga kini jumlahnya dilaporkan telah mencapai 550 ribu jiwa.
"Pihak berwenang Yordania harus memastikan akses yang aman bagi semua orang yang mencari keselamatan menuju Yordania tanpa harus mengalami diskriminasi," ungkap Said Boumedouha, Direktur HAM Amnesti International untuk wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara yang berbasis di London dalam sebuah pernyataan.
"Orang yang melarikan diri dari Suriah tidak boleh ditolak masuk, meskipun hanya sementara, sebab keputusan itu akan membahayakan nyawa mereka. Pemerintah Yordania memiliki kewajiban di bawah hukum internasional untuk memastikan bahwa wilayah perbatasan mereka tetap terbuka dan menerima pengungsi," terang Boumedouha.
"Para pejabat di perbatasan Yordania memberikan visa masuk, tapi mereka tidak dapat masuk selama satu bulan. Dalam paspor mereka dituliskan kembali satu bulan lagi," tulis isi pejabat di wilayah perbatasan.
Para pejabat Yordania tidak mengomentari isi imbauan yang datang dari Amnesti International ini. Yordania memang telah memperketat perbatasannya karena khawatir dengan meluasnya konflik Suriah ke wilayah Yordania. Sementara para pejabat mengatakan meningkatnya jumlah para pengungsi dari negara telah membuat keterbatasan sumber daya air dan energi.
Sejak awal konflik berkecamuk di Suriah pada Maret 2011, sudah banyak warga Suriah melintasi ke perbatasan Yordania, hingga kini jumlahnya dilaporkan telah mencapai 550 ribu jiwa.
"Pihak berwenang Yordania harus memastikan akses yang aman bagi semua orang yang mencari keselamatan menuju Yordania tanpa harus mengalami diskriminasi," ungkap Said Boumedouha, Direktur HAM Amnesti International untuk wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara yang berbasis di London dalam sebuah pernyataan.
"Orang yang melarikan diri dari Suriah tidak boleh ditolak masuk, meskipun hanya sementara, sebab keputusan itu akan membahayakan nyawa mereka. Pemerintah Yordania memiliki kewajiban di bawah hukum internasional untuk memastikan bahwa wilayah perbatasan mereka tetap terbuka dan menerima pengungsi," terang Boumedouha.
"Para pejabat di perbatasan Yordania memberikan visa masuk, tapi mereka tidak dapat masuk selama satu bulan. Dalam paspor mereka dituliskan kembali satu bulan lagi," tulis isi pejabat di wilayah perbatasan.
Para pejabat Yordania tidak mengomentari isi imbauan yang datang dari Amnesti International ini. Yordania memang telah memperketat perbatasannya karena khawatir dengan meluasnya konflik Suriah ke wilayah Yordania. Sementara para pejabat mengatakan meningkatnya jumlah para pengungsi dari negara telah membuat keterbatasan sumber daya air dan energi.
(esn)