Gagal hentikan kekerasan, UE akan tinjau hubungan dengan Mesir

Minggu, 18 Agustus 2013 - 18:48 WIB
Gagal hentikan kekerasan,...
Gagal hentikan kekerasan, UE akan tinjau hubungan dengan Mesir
A A A
Sindonews.com - Presiden Dewan Eropa dan Pemimpin Komisi Eropa, Herman Van Rompuy dan Jose Manuel Barroso memperingatkan kepada tentara dan pemerintah sementara Mesir, bahwa Uni Eropa (UE) siap untuk meninjau ulang hubungan bilateral. Sebab, UE menilai Mesir gagal mengakhiri aksi kekerasan dan menyelesaikan masalah politik lewat dialog.

"Eskalasi kekerasan lebih lanjut akan menciptakan dampak tak terduga bagi Mesir dan juga seluruh kawasan. Sementara tentara dan pemerintah Mesir bertanggung jawab untuk segera menenangkan kondisi di Mesir," ungkap keduanya dalam sebuah pernyataan panjang.

"Seruan demokrasi dan kebebasan fundamental yang datang dari rakyat Mesir tidak dapat diabaikan, apalagi sampai hanyut dalam pertumpahan darah," ungkap keduanya.Dua tokoh itu juga mengungkapkan, dalam menjalin kerjasama dengan mitra internasional dan regional, UE akan tetap tegas untuk mempromosikan mengakhiri kekerasan, kembalinya melakukan dialog politik dan proses yang demokratis.

"Kekerasan dan aksi pembunuhan yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhir tidak dapat dibenarkan atau dimaafkan. Hak Asasi Manusia harus dihormati dan dijunjung tinggi. Sementara tahanan politik harus dibebaskan," jelasnya.

"Atas dampak yang ditimbulkan ini, semua negara anggota UE dalam beberapa hari mendatang akan segera meninjau ulang hubungan dengan Mesir dan mengadopsi sejumlah langkah untuk mencapai tujuan tersebut," terang keduanya.

Pernyataan itu dirilis, sehari sebelum sejumlah diplomat senior dari negara-negara UE 28 mengadakan pembicaraan darurat mengenai Mesir di Brussels. Setelah pertemuan itu berakhir, diharapkan, Menteri Luar Negeri UE siap mengelar pertemuan dalam beberapa hari mendatang.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan, pasukan keamanan telah menangkap 389 pendukung Presiden terguling Mohammed Morsi dari dalam masjid Al-Fath. Dengan demikian dalam beberapa hari terakhir, aparat keamanan Mesir telah menangkap 1.118 pendukung Morsi.

Pemerintah Mesir dan televisi pemerintah baru-baru ini juga telah menyatakan, Ikhwanul Muslimin dan afiliasinya sebagai "teroris."
(esn)
Berita Terkait
Tim Arkeolog Mesir Temukan...
Tim Arkeolog Mesir Temukan Sarkofagus Kayu Kuno di Situs Saqqara
Berfoto di Piramida...
Berfoto di Piramida Kuno, Model Asal Mesir Ditangkap
Melihat Koleksi Museum...
Melihat Koleksi Museum Nasional Peradaban Mesir di Kairo
6 Fakta tentang Alexandria,...
6 Fakta tentang Alexandria, dari Alexander Agung hingga Banyak Mitos
Pesta Kemenangan Rakyat...
Pesta Kemenangan Rakyat Senegal Juarai Piala Afrika 2021
67 Juta Warga Mesir...
67 Juta Warga Mesir Berhak Berikan Suaranya dalam Pemilihan Presiden Mesir
Berita Terkini
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
41 menit yang lalu
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
1 jam yang lalu
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
2 jam yang lalu
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
4 jam yang lalu
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
4 jam yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved