15 warga Afghanistan tewas akibat serangan militan
Sabtu, 17 Agustus 2013 - 19:05 WIB
15 warga Afghanistan tewas akibat serangan militan
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 15 warga Afghanistan dilaporkan tewas akibat dua serangan yang dilancarkan kaum militan di dua lokasi terpisah, Sabtu (17/8/2013).
"Sekelompok pemberontak Taliban menyerang kamp perusahaan pembangunan jalan di Distrik Karakh, Provinsi Herat, pukul 01:30 dini hari. Sepuluh orang tewas dalam serangan itu. Sembilan orang adalah pekerja bangunan, sementara satu orang lainnya adalah seorang polisi," ungkap polisi senior, Israel Khan, kepada Xinhua.
Khan mengatakan, perusahaan konstruksi yang menjadi sasaran serangan Taliban adalah perusahaan lokal. Saat diserang, para pekerja yang membangun jalan dari Provinsi Herat dan Badghis sedang tertidur.
Serangan berikutnya terjadi di Provinsi Helmand selatan. Omar Zawak, Juru Bicara Pemerintah Provinsi Helmand mengatakan, sebuah bom yang terpasang di pinggir jalan meledak, menewaskan lima warga sipil dan melukai sejumlah orang lainnya di kota yang sempat menjadi basis Taliban.
"Insiden mematikan itu terjadi di Distrik Marja pada pukul 6 pagi waktu setempat. Lima orang tewas dalam serangan itu, tiga di antaranya adalah anak-anak dan dua orang wanita. Sementara itu, seorang wanita dan seorang pria ikut terluka dalam serangan itu," terang Zawak.
Meski belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas insiden ini, namun Zawak menyalahkan musuh-musuh perdamaian, istilah yang digunakan terhadap militan Taliban oleh para pejabat Afghanistan. Selama ini, Taliban memang kerap menggunakan bom untuk menyerang konvoi aparat Afghanistan.
Hingga kini, situasi di Afghanistan memang masih belum aman. Hal ini membuat banyak pihak ragu, kalau negara ini akan bisa menanggung beban menjaga perdamaian jika pasukan internasional di tarik keluar dari negara itu pada 2014 mendatang.
"Sekelompok pemberontak Taliban menyerang kamp perusahaan pembangunan jalan di Distrik Karakh, Provinsi Herat, pukul 01:30 dini hari. Sepuluh orang tewas dalam serangan itu. Sembilan orang adalah pekerja bangunan, sementara satu orang lainnya adalah seorang polisi," ungkap polisi senior, Israel Khan, kepada Xinhua.
Khan mengatakan, perusahaan konstruksi yang menjadi sasaran serangan Taliban adalah perusahaan lokal. Saat diserang, para pekerja yang membangun jalan dari Provinsi Herat dan Badghis sedang tertidur.
Serangan berikutnya terjadi di Provinsi Helmand selatan. Omar Zawak, Juru Bicara Pemerintah Provinsi Helmand mengatakan, sebuah bom yang terpasang di pinggir jalan meledak, menewaskan lima warga sipil dan melukai sejumlah orang lainnya di kota yang sempat menjadi basis Taliban.
"Insiden mematikan itu terjadi di Distrik Marja pada pukul 6 pagi waktu setempat. Lima orang tewas dalam serangan itu, tiga di antaranya adalah anak-anak dan dua orang wanita. Sementara itu, seorang wanita dan seorang pria ikut terluka dalam serangan itu," terang Zawak.
Meski belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas insiden ini, namun Zawak menyalahkan musuh-musuh perdamaian, istilah yang digunakan terhadap militan Taliban oleh para pejabat Afghanistan. Selama ini, Taliban memang kerap menggunakan bom untuk menyerang konvoi aparat Afghanistan.
Hingga kini, situasi di Afghanistan memang masih belum aman. Hal ini membuat banyak pihak ragu, kalau negara ini akan bisa menanggung beban menjaga perdamaian jika pasukan internasional di tarik keluar dari negara itu pada 2014 mendatang.
(esn)