Korban tewas bentrokan terbaru di Mesir tembus angka 100 jiwa
Sabtu, 17 Agustus 2013 - 01:02 WIB
Korban tewas bentrokan terbaru di Mesir tembus angka 100 jiwa
A
A
A
Sindonews.com – Korban tewas akibat tindakan keras aparat di Mesir pada Jumat (16/8/2013), telah menembus angka 100 jiwa. Memasuki malam hari waktu setempat, laporan soal jatuhnya korban jiwa terus bertambah.
Seperti dilaporkan Al Jazeera yang mengutip beberapa sumber berita, 95 orang tewas di Kairo, delapan di Damietta, tujuh di Alexandria, dan empat di Ismailia. Semua korban tewas ini adalah pendukung presiden terguling Mohamed Morsi.
Ikhwanul Muslimin mengecam aksi kekerasan terbaru. Mereka mengatakan, para pemimpin kudeta telah "kehilangan pikiran mereka" dan tanpa etika dan tak mengindahkan nilai-nilai. “Kudeta telah gagal, dan sudah waktunya bagi para pemimpin untuk menerima itu,” sebut pernyataan Ikhwanul Muslimin, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Seusai salaj Jumat, Ikhwanul Muslimin memang menyerukan aksi protes atas jatuhya ratusan korban tewas dalam aksi brutal aparat keamanan Mesir dua hari yang lalu. Mereka menyebut aksi pada Jumat ini sebagai ‘Hari Kemarahan’.
Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan dalam sebuah pernyataan, Kamis (15/8/2013), bahwa polisi akan menggunakan peluru tajam terhadap setiap serangan lebih lanjut terhadap properti publik atau swasta.
"Kementerian Dalam Negeri telah menginstruksikan semua kekuatan untuk menggunakan amunisi hidup (tajam) untuk menghadapi setiap serangan terhadap gedung-gedung pemerintah dan polisi," kata pernyataan yang disiarkan televisi negara.
“Semua kekuatan terkait yang bertugas melindungi instansi pemerintah, diberi senjata dan amunisi yang dibutuhkan untuk melawan setiap serangan,” tambah pernyataan itu. “Kementerian Dalam Negeri akan terus mengejar semua orang yang berpartisipasi dalam serangan apapun,” lanjut pernyataan tersebut.
Seperti dilaporkan Al Jazeera yang mengutip beberapa sumber berita, 95 orang tewas di Kairo, delapan di Damietta, tujuh di Alexandria, dan empat di Ismailia. Semua korban tewas ini adalah pendukung presiden terguling Mohamed Morsi.
Ikhwanul Muslimin mengecam aksi kekerasan terbaru. Mereka mengatakan, para pemimpin kudeta telah "kehilangan pikiran mereka" dan tanpa etika dan tak mengindahkan nilai-nilai. “Kudeta telah gagal, dan sudah waktunya bagi para pemimpin untuk menerima itu,” sebut pernyataan Ikhwanul Muslimin, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Seusai salaj Jumat, Ikhwanul Muslimin memang menyerukan aksi protes atas jatuhya ratusan korban tewas dalam aksi brutal aparat keamanan Mesir dua hari yang lalu. Mereka menyebut aksi pada Jumat ini sebagai ‘Hari Kemarahan’.
Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan dalam sebuah pernyataan, Kamis (15/8/2013), bahwa polisi akan menggunakan peluru tajam terhadap setiap serangan lebih lanjut terhadap properti publik atau swasta.
"Kementerian Dalam Negeri telah menginstruksikan semua kekuatan untuk menggunakan amunisi hidup (tajam) untuk menghadapi setiap serangan terhadap gedung-gedung pemerintah dan polisi," kata pernyataan yang disiarkan televisi negara.
“Semua kekuatan terkait yang bertugas melindungi instansi pemerintah, diberi senjata dan amunisi yang dibutuhkan untuk melawan setiap serangan,” tambah pernyataan itu. “Kementerian Dalam Negeri akan terus mengejar semua orang yang berpartisipasi dalam serangan apapun,” lanjut pernyataan tersebut.
(esn)